oleh

Mursil Ingatkan Jangan Perdagangkan SK HTR

Aceh Tamiang-Bupati Aceh Tamiang H. Mursil, SH, M. Kn  mengingatkan Kelompok Masyarakat Pemamfaatan Hutan Tanaman Rakyat (KMPHT), agar tidak memperdagangkan (Jual Beli) SK yang telah diberikan Kementerian Kehutanan RI.

Penegasan itu disampaikan H. Mursil, saat pelaksanaan Bimbingan Teknis Prakondisi HTR pada Areal Open Access Hutan Produksi, di Aula Sanggar Kegiatan Belajar (SKB) Karang Baru, Kamis (27/08/2020).

“SK yang telah diberikan Kementerian ini jangan sampai dijualbelikan ke pihak yang tidak bertanggung jawab.  Dan sebenarnya tanah hutan ini tidak dapat dijualbelikan karena pada dasar masyarakat hanya diberikan kesempatan untuk memanfaatkan lahan hutannya saja,” jelas Mursil.

Ia mengatakan ini merupakan kesempatan kerjasama yang baik dengan Kementerian Kehutanan RI untuk mengelola hutan yang ada di Aceh Tamiang untuk pemanfaatan Hutan Tanaman Rakyat dalam rangka untuk meningkatkan perekonomian masyarakat.

Mursil juga menjelaskan HTR adalah Hutan Tanaman Rakyat yang bisa dijadikan Hutan Produksi dan dibangun oleh kelompok masyarakat untuk meningkatkan potensi dan kualitas hutan produksi dengan menerapkan silvikultur dalam rangka menjamin kelestarian sumber daya hutan.

“Bimbingan Teknis Prakondisi HTR pada Areal Open Access Hutan Produksi ini sejatinya dilaksanakan sebagai salah satu wujud keberpihakan Pemerintah terhadap rakyat untuk turut serta mengelola, menjaga kelestarian hutan Indonesia,” terangnya.

Dirinya meminta kepada semua instansi terkait, Camat, Datok Penghulu dan Kita semua yang ada disini harus memiliki pemahaman yang sama untuk mengelola Hutan Tanaman Rakyat (HTR) pada Area Open Acces Hutan Produksi tersebut. “Saat ini jika masyarakat mau bekerja sedikit lebih rajin saja maka Kabupaten Aceh Tamiang dapat sejahtera,” sebutnya.

Ketua Panitia Pelaksanaan Kegiatan Bimtek, Achmad Syoufi’i, S. Hut, M. Si pada kesempatan tersebut mengatakan tujuan Bimbingan Teknis ini memberikan informasi dan pemahaman kepada masyarakat tentang Hutan Tanaman Rakyat (HTR).

“Bimtek Prakondisi Hutan Tanaman Rakyat (HTR) pada Area Open Acces Hutan Produksi ini dilaksanakan dalam rangka memberikan pemahaman kepada masyarakat dalam rangka meningkatkan potensi dan kualitas hutan produksi dengan menerapkan silvikultur dalam rangka menjamin kelestarian sumber daya hutan dengan mencanangkan Program Perhutanan Sosial dari Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan,” sebutnya.

Ahmad mengatakan Bimtek ini diikuti sebanyak 30 orang peserta yang terdiri dari masing – masing Kampung dalam Kecamatan Manyak Payed, Banda Mulia, Bandar Pusaka, Bendahara, Seruway, Tamiang Hulu serta Tenggulun. []

(Editor    | Redaksi)
(Sumber | Koresponden | Aceh Tamiang)

Advertisement

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

News Feed