oleh

Nelayan Aceh Selamatkan Pengungsi Rohingya, Fadli Zon: Inilah Pengamalan Pancasila

Jakarta-Uluran tangan masyarakat Aceh Utara membantu pengungsi Rohingya yang terdampar di pantai wilayah itu menuai apresiasi luas. Kalangan internasional bahkan memuji tindakan itu sebagai sikap kemanusiaan terbaik.

Apresiasi dan pujian juga datang dari berbagai kalangan di dalam negeri. Anggota DPR dari Fraksi Partai Gerindra Fadli Zon menyebut sikap masyarakat Aceh Utara sebagai bentuk pengamalan Pancasila.

“Terpujilah rakyat Aceh yg menyelamatkan pengungsi Rohingya, meskipun ada penentangan dari aparat setempat. Inilah pengamalan sila kedua Pancasila: “Kemanusiaan yang adil dan beradab”,” kata Fadli melalui akun Twitter, Sabtu (27/6/2020).

Fadli memberikan komentar atas tweet media kenamaan asal Qatar, Aljazeera. Dalam artikelnya, Aljazeera menuliskan kisah penyelamatan pengungsi Rohingya itu dengan artikel bertajuk “Best of humanity: Indonesian fisherman rescue stranded Rohingya”.

Pada Kamis (25/6/2020) kemarin, warga dan nelayan Aceh mengevakuasi etnis Rohingya ke daratan Pantai Lancok, Kecamatan Syamtadira Bayu, Aceh Utara. Beberapa hari sebelumnya nelayan Aceh juga membantu mereka merapat ke Pantai Seneudon, Aceh Utara.

Saat dievakuasi, jumlah etnis Rohingya yang terdampar terhitung berjumlah 94 orang. Namun setelah diverifikasi data ulang, mereka berjumlah 99 orang.

Menurut Antara, mereka terdiri atas 17 orang laki-laki dan 49 orang perempuan dewasa, serta 33 orang masih anak-anak dan balita. Saat ini para pengungsi itu tinggal di penampungan sementara yakni di bekas Kantor Imigrasi Lhokseumawe di Peuntet, Kota Lhokseumawe.

Etnis Rohingya yang merupakan muslim berlayar dengan kapal nelayan untuk mencari penghidupan lebih baik setelah tempat tinggal mereka di Myanmar dihancurkan dan dibakar junta militer. Namun pemerintah negara itu beralasan tindakan mereka merupakan respons atas gerilyawan Rohingya.

Dalam pelayaran mencari kehidupan lebih baik itu tak sedikit nasib tragis justru menimpa para pengungsi Rohingya. Beberapa kasus menunjukkan kapal mereka tenggelam. []

(Sumber | iNews.id)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

News Feed