oleh

Nelayan Mengadu ke Dewan Gegara Tak Bisa Beli BBM Bersubsidi Pakai Jerigen di SPBU

Laporan | Hendra S

Banda Aceh-Sejumlah nelayan di Gampong Alue Naga, Kecamatan Syiah Kuala, Kota Banda Aceh, dikabarkan mengadu ke anggota DPRK Banda Aceh, setelah mereka tidak diizinkan membeli Bahan Bakar Minyak (BBM) bersubsidi jenis Solar di SPBU menggunakan jerigen.

Tak terima hal tersebut, para nelayan mendatangi Anggota Dewan Perwakilan Rakyat Kota (DPRK) Banda Aceh, Heri Julius, Senin (10/08/2020), dikediamannya, di Banda Aceh.

Pihak SPBU berdalih, tidak terlayaninya pembelian BBM jenis solar dengan mengunakan jeregen, bedasarkan aturan dari pemerintah yang tidak membenarkan untuk menjual solar ke masyarakat dalam bentuk jerigen.

Kedatangan nelayan ke rumah anggota DPRK Banda Aceh ini, untuk menyampaikan berbagai keluhan, diantaranya susah mendapatkan BBM solar di Banda Aceh untuk bahan bakar kapal untuk melaut.

“Akibat susah mendapatkan BBM solar di sejumlah SPBU di wilayah Banda Aceh, sehingga para nelayan tidak bisa melaut,” ujar Ahmad, salah seorang Nelayan di Alue Naga.

Sementara khusus SPBU yang melayani BBM nelayan yang berada di wilayah Lampulo, kuotanya tidak mencukupi untuk memenuhi kebutuhan nelayan yang ada di Banda Aceh dan Aceh Besar.

“Selain jarak tempuh yang jauh untuk kesana, kami juga susah untuk mendapatkan minyak tersebut,”ujarnya dan dibenarkan para nelayan lainnya.

Bahkan, kata dia, kebutuhan solar yang mereka perlukan juga tidak begitu banyak. “Paling sekitar Rp35 ribu per harinya. Ada 200 boat di Gampong kami, dengan jumlah nelayan sebanyak 400 orang,”terang nelayan Alue Naga ini,” katanya lagi.

Untuk itu, para nelayan meminta pemerintah untuk dapat merespon keluh kesah yang dirasakan mereka (nelayan). Karena selama ini para nelayan tersebut tidak bisa lagi melaut mengais rezeki.

Menanggapi hal tersebut, Heri Julius mengatakan, kedatangan para nelayan Gampong Alue Naga kekediamanya untuk menyampaikan keluhan susah mendapatkan BBM solar untuk melaut.

“Para nelayan Alue Naga mendatangi rumah saya. Mereka mengeluh, karena pihak SPBU tidak diperbolehkan menjual BBM solar ke masyarakat menggunakan jeregen,”jelas Heri Julius di Banda Aceh, Rabu (12/08/2020).

Padahal, kata dia, para nelayan sangat membutuhkan BBM solar tersebut untuk keperluan operasional bahan bakar boat mereka untuk mencari rezeki ke laut.

“Saya selaku anggota dewan meminta pihak Pertamina yang dipercayakan oleh pemerintah dalam pendistribusian BBM, sekiranya dapat mengambil kebijakan berupa solusi terkait hal tersebut. Agar para nelayan tradisional tersebut dapat mengais rezeki untuk memenuhi kebutuhan hidup sehari hari keluarganya,”pintanya.

Jika benar adanya aturan tersebut, sebut dia, maka pihak Pertamina harus memberikan solusi. “Aturan boleh saja ditegakkan, namun harus ada kebijakan dan solusi yang diambil karena ini menyangkut hajat hidup para nelayan,” pungkasnya.

Hingga berita ini diturunkan, media ini belum berhasil melakukan konfirmasi dengan pihak Pertamina, lantaran . []

(Editor | Redaksi)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

News Feed