oleh

Nora Idah Nita Jawab Keluhan Warga di Sekitar Erosi Sungai Tamiang

“Di hati dan lidahmu kami berharap
Suarakami tolong dengar lalu sampaikan
Jangan ragu jangan takut karang menghadang”

BAIT ketiga lirik lagu Surat Buat Wakil Rakyat dari sang legenda 70-an, Iwan Fals, setidaknya menjadi inspirasi bagi Sri Kandi Aceh Tamiang, Nora Idah Nita.

Ia hadir di lembaga legislatif DPR Aceh bak kumpulan orang-orang hebat, terus berbicara lantang untuk kepentingan rakyat banyak, khususnya di Kabupaten Aceh TamIang yang tak lain adalah Daerah Pemilihan Politisi dari Partai Demokrat itu.

Dibenaknya, Wakil rakyat harus merakyat dan bukan sekedar paduan suara dalam sidang terjormat yang hanya tahu nyanyian lagu setuju. Itu sebabnya, keberadaan dirinya di pusat Ibukota Provinsi Aceh terus menyuarakan kepentingan rakyat di Bumi Muda Sedia===sebutan untuk Kabupaten Aceh Tamiang ini.

Ia seakan merasa gundah-gulana saat dirinya mengetahui ancaman serius menghantui masyarakat dari erosi Sungai Tamiang yang berada di Kampung Tanjung Sementoh Kecamatan Karang Baru Kabupaten Aceh Tamiang.

Dirinya tak tinggal diam dan langsung turun ke lokasi untuk memastikan kondisi tersebut. Hasilnya, benar adanya dan dinilai sangat urgen akan pentingnya penanganan dari Pemerintah.

“Kita sudah melihat langsung kondisinya. Sifatnya Urgent, jadi harus ada penangan berkala,” sebut Anggota Dewan Perwakilan Rakyat Aceh (DPRA)  Nora Idah Nita kepada PENAPOST. ID di Banda Aceh, Kamis (01/04/2021).

Menyikapi hal tersebut Nora Idah Nita mengusulkan  anggaran sebesar Rp.2 miliar rupiah dari Pokok Pikiran (Pokir) peruntukkan pembangunan Tebing Beton Penahan Erosi (Sheet Pile) di Kampung Tanjung Sementoh Kecamatan Karang Baru.

” Tahun ini sudah saya usulkan,  Insya Allah tahap I ini saya anggarkan secara bertahap untuk pembangunannya dari pokir saya. Mudahan tahun 2022 sudah terealisasi pembangunannya, ” tegas Srikandi Aceh Tamiang ini.

Politisi Demokrat ini juga menyampaikan, selain melalui anggaran Pokirnya, Ianya juga akan akan lakukan lobi-lobi untuk pembangunannya agar dapat terselesaikan. “Erosinya panjang, selain melalui anggaran pokir.  Kita harus juga melobi dinas terkait ” sebutnya.

Dia berterima kasih sekali, terutama pada tokoh masyarakat Kampung Sementoh yang secara inten memberi tahu dan meyakinkan dirinya, kalau Erosi tebing DAS Tamiang itu kerusakannya sangat parah.

“Saya lihat sendiri, ternyata kondisinya memang sangat urgent dan harus secepatnya dibangun. Jika dibiarkan akan mengikis puluhan hektar kebun dan lahan pertanian masyarakat,” katanya. []

(Editor | Redaksi)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

News Feed