oleh

Nova Tegaskan Jalan Tamiang-Lesten, Parsial Harus Didukung Multilinear

Aceh Tamiang-Pelaksana Tugas Gubernur Aceh, Nova Iriansyah menegaskan bahwa jalan yang menghubungkan Kabupaten Aceh Tamiang-Desa Lesten, Kecamatan Pining Kabupaten Gayo Lues adalah parsial yang perlu dukungan Multilinear.

“Itu merupakan bagian dari 14 ruas jalan kegiatan proyek multiyears, meski tidak masuk ada didalam multiyears tersebut, kita akan upayakan pembangunannya menggunakan Anggaran Pembangunan dan Belanja Negara (APBN),” tegas Nova kepada wartawan, Jum’at (11/09/2020) di Desa Babo, Kecamatan Bandar Pusaka, Aceh Tamiang.

Ia mengatakan, jalan tembus Aceh Tamiang-Lesten tersebut sudah diupayakan beberapa kali tahun anggaran. “Sifatnya-kan parsial, jadi sangat diharapkan dukungan semua pihak agar anggaran pelaksanaannya dapat tuntas dalam tahun 2020 ini,” katanya.

Dia mengharapkan, satu persatu ruas jalan dari proyek multiyears tersebut tuntas, seperti dari Pulau Tiga menuju Kampung Kalou, dari Babo ke Simpang Jernih (Aceh Timur) dan dari kecamatan Simpang Jernih menuju Lokop (Aceh Timur).

Meski beberapa bagian pembangunan ruas jalannya ada di Aceh Timur, namun orientasi ekonominya tetap berada di Aceh Tamiang, sebab apa, Aceh Tamiang merupakan hinterline (penghubung yang menghubungkan) dari dan ke luar Kabupaten Aceh Tamiang.

Menurutnya, jalan tembus Aceh Tamiang – Lesten secepatnya dibangun, terutama itu, jembatan penghubung Bayle yang roboh diterjang air bah beberapa waktu lalu. “Kita upaya anggaran yang itu ada, sama samalah kita dukung percepatan pembangunan di wilayah Aceh pedalaman,” harapnya.

DED Sudah Ada
Bupati Aceh Tamiang, H. Mursil menyikapi pembangunan jalan tembus Aceh Tamiang-Lesten, mengatakan bahwa Pemkab Aceh Tamiang dan Gayo Lues, telah membuat Detail Engineering Design (DED).

Begitupun, dirinya berharap dukungan biaya pembangunannya diplotkan dari Anggaran Pembangunan dan Belanja Aceh (APBA) provinsi. Sebab, jika dipaksakan menggunakan APBK Aceh Tamiang, rawan terhadap kesiapan anggaran yang memadai.

“DED sudah fit, Senin ini kita akan bertemu dengan Danrem 011/Lilawangsa selanjutnya Pangdam Iskandar Muda, supaya pembangunan jalan tembus itu di Karya Bhaktikan, dananya tetap dari provinsi juga,” tegasnya.

Aceh Tamiang-Lesten Harus Tembus
Politisi Partai Demokrat, Nora Idah Nita menyatakan, pembangunan ruas jalan poros lintas tengah Aceh Tamiang-Lesten harus bisa dibangun pada tahun 2021 mendatang. Sebab, jalan penghubung lintas Kabupaten tersebut sangat dibutuhkan masyarakat kedua Kabupaten tadi sebagai lintas seni, budaya dan memiliki aspek ekonomi yang sangat kuat secara politis.

“Saya harap jalan itu dapat dibangun pada tahun 2021 ini, jalan penghubung tersebut sangat dibutuhkan masyarakat di dua Kabupaten yang selama puluhan tahun terputus komunikasi seni, budaya, politik. Apalagi aspek ekonominya, saya sebagai warga Aceh Tamiang berharap pak Gubernur dapat menuntaskan soal ini,” tegas Nora, srikandi Aceh Tamiang yang juga anggota DPRA.

Menurutnya, jalan poros penghubung yang menembus dua kabupaten itu sangat dibutuhkan oleh warga Aceh Tamiang dan Aceh Timur, sudah sejak lama didambakan.

Selain lintas utama, juga mempersingkat waktu tempuh dari dan ke Aceh Tamiang menuju Aceh Timur. Jalan poros tersebut juga, meminimalisir bagi masyarakat untuk mengeluarkan hasil bumi, yang selama ini sangat sulit, apalagi dalam kondisi hujan, badan jalan seperti kubangan dan berlumpur.

“Jalan poros utama yang menembuskan dua kabupaten, selain digunakan untuk membawa komoditi, juga; sebagai lintas seni dan budaya, mengingat endatu pedalaman Aceh Timur dan Aceh Tamiang masih serumpun, yakni Suku Gayo,” ungkapnya. [] ERWAN

 

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

News Feed