Orang Tertua di Eropa Meninggal Dunia dalam Usia 118 Tahun

Jakarta – Lucile Randon, dikabarkan meninggal dunia pada usianya 118 tahun pada Selasa (17/1/2023). Biarawati Prancis itu meninggal dalam tidurnya di panti jompo tempat dia tinggal.

“Ada kesedihan yang luar biasa, tapi itu adalah keinginannya untuk bergabung dengan kakak tercintanya. Baginya, ini adalah pembebasan,” kata juru bicara David Tavella, dari panti jompo Sainte-Catherine-Laboure di kota Toulon, Prancis selatan, kepada kantor berita AFP.

Randon lahir pada 11 Februari 1904, dan merupakan orang tertua yang masih hidup di dunia menurut Daftar Peringkat Supercentenarian Dunia Gerontology Research Group (GRG).

Dikenal sebagai orang tertua di Eropa, dia menjadi yang tertua di dunia setelah kematian Kane Tanaka Jepang pada usia 119 tahun lalu. Guinness World Records secara resmi mengakui statusnya pada April 2022.

Randon lahir di saat Lota New York membuka kereta bawah tanah pertamanya, dan Perang Dunia I masih satu dekade lagi. Dia dibesarkan dalam keluarga Protestan sebagai satu-satunya anak perempuan di antara tiga bersaudara, tinggal di kota selatan Ales, Prancis.

Salah satu kenangan terindahnya adalah kembalinya dua saudara laki-lakinya pada akhir perang tahun 1918, katanya kepada AFP dalam sebuah wawancara pada hari ulang tahunnya yang ke-116.

“Jarang, dalam keluarga, biasanya ada dua yang mati daripada dua yang hidup. Mereka berdua kembali,” cerita Randon kala itu.

Randon bekerja sebagai pengasuh di Paris – periode yang pernah disebutnya sebagai waktu paling bahagia dalam hidupnya – untuk anak-anak dari keluarga kaya.

Dia menjadi seorang Katolik dan dibaptis pada usia 26 tahun. Didorong oleh keinginan untuk “melangkah lebih jauh”, dia bergabung dengan ordo biarawati Daughters of Charity ketika dia berusia 41 tahun.

 

Sumber: CNBCIndonesia

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *