oleh

Paket C Kian Diminati Warga 30 Tahun ke Atas

Aceh Tamiang-Belum mendapatkan predikat lulus jenjang pendidikan tingkat Sekolah Menengah Atas (SMA), tidak membuat masyarakat di Kabupaten Aceh Tamiang harus putus harapan.

Lihat saja, tahun ini sebanyak 495 warga mengikuti program Paket melalui jalur formal.

Kepala Satuan Pendidikan Non Formal Sanggar Kegiatan Belajar (SPNF-SKB) Kabupaten Aceh Tamiang, Supartik, S.Pd, mengatakan, jumlah tersebut terdiri SPNF-SKB dan delapan Pusat Kegiatan Belajar Masyarakat (PKBM) yang ada di daerah itu.

Didampingi Wakil Kepala SPNF-SKB Kabupaten Aceh Tamiang, Supartik menjelaskan masing-masing SPNF-SKB dengan jumlah peserta sebanyak 89 orang, PKBM Muda Sedia sebanyak 50 orang, PKBM Putra Tamiang sebanyak 11 orang, PKBM Derajat Nusantara sebanyak 61 orang, PKBM Peduli sebanyak 68 orang, PKBM Tamiang Setie sebanyak 93 orang, PKBM Al Falah sebanyak 48 orang dan PKBM Karya Nusa sebanyak 63 orang.

“PKBM Karya Nusa melaksanakan ujian di PKBM sendiri. Sementara delapan lainnya pelaksanaan di SKB. pelaksanaan Ujian Paket C tersebut digelar dari mulai tanggal 5-9 April 2021,” jelasnya.

Menurutnya, setiap harinya pelaksanaan Ujian Paket C tersebut dilaksanakan dua gelombang yaitu pagi dan sore. Sementara setiap harinya ada dua mata pelajaran yang dilaksanakan.

Ia menyebutkan dari jumlah peserta 495 orang tersebut didominasi peserta di atas 30 – 45 tahun. Bahkan menurutnya ada peserta diatas 50 tahun.

“Bagi yang tidak mengikuti Ujian Paket C karena disebabkan oleh sakit atau faktor lainnya dapat mengikuti ujian ulang pada tanggal 19 April mendatang. Dan hasilnya akan diumumkan pada 3 Mei 2021 mendatang,” sebutnya.

Wakil Kepala SPNF-SKB Kabupaten Aceh Tamiang, Ade Kurniawan, S.Pd mengatakan, peningkatan peserta didik Paket C bisa disebabkan beberapa faktor.

Salah satu faktor terkait Angka Partisipasi Kasar (APK) untuk pendidikan tingkat SMA yang memang lebih rendah dibandingkan Sekolah Dasar (SD) dan Sekolah Menengah Pertama
(SMP).

“Rendahnya APK tingkat SMA menunjukkan masih banyak lulusan SMP yang tidak melanjutkan pendidikan. Pemicu bisa faktor ekonomi, geografis, dan psikologis,” sebutnya

Dia menjelaskan, tingginya peminat Paket C juga disebabkan kian banyak pekerjaan menuntut kualifikasi pendidikan SMA atau sederajat.

Ade menyebutkan 495 orang yang Ujian Paket C untuk Ujian Nasional Pendidikan Kesetaraan Paket C telah digelar dari 5 – 9 April tersebut dipastikan mengikuti proses pembelajaran pendidikan kesetaraan.

“Sekarang semakin tertib dengan menggunakan data pokok pendidikan (Dapodik). Pelaksanaannya juga sekali saja. Nilai rapor per semester peserta didik pendidikan kesetaraan harus masuk Dapodik sehingga mereka harus mengikuti proses pembelajaran,” sebutnya mengakhiri. []

(Editor     | Redaksi)

(Laporan | Erwan)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

News Feed