oleh

Pandemi COVID-19, Pelajar dan Pemuda Perlu Terus Berkarya

Banda Aceh-Staf Ahli Gubernur Aceh bidang Pemerintahan, Hukum dan Politik, Kamaruddin Andalah mengajak para pelajar dan anak-anak muda untuk terus berkarya ditengah pandemi COVID-19.

“Tidak ada istilah berhenti dalam mengembangkan diri walaupun dengan segala tantangan seperti masa pandemi coronavirus sekarang ini,” ujar Kamaruddin Andalah, Selasa (3/11/2020) di Banda Aceh.

Usai membuka ajang Aceh Marching Band Championship (AMBC) virtual tahun 2020 di Dinas Pendidikan Aceh, Kamaruddin mengatakan dengan pandemi Covid-19 jangan patah semangat tapi terus mengambil langkah-langkah untuk memperbaiki diri.

“Setiap tantangan harus kita hadapi, jangan sampai kalau ada agenda-agenda kegiatan kita biarkan begitu saja ataupun kita hentikan,” ujarnya kepada awak media.

Kata dia, AMBC yang digelar tiap tahun dan kali ini dengan zoom jangan dianggap tantangan. Tapi bagaimana kita cipatakan model baru bahwa marching band juga bisa dilaksanakan dengan zoom.

“Jadi ini inovasi yang dikembangkan anak-anak muda kita, guna menumbuhkan semangat dan berkreativitas dengan jiwa dan semangat yang tangguh,” kata Kamaruddin yang mewakili Plt Gubernur Aceh membuka kegiatan AMBC ke V tahun 2020 itu.

464 Peserta Se Indonesia
Ketua Panitia Pelaksana AMBC ke V tahun 2020, Teuku Nara Setia menyebutkan sedikitnya 464 peserta marching band dari 27 provinsi di Indonesia mengikuti ajang Aceh Marching Band Championship (AMBC) yang digelar secara virtual 3-4 November 2020.

Menurutnya, jumlah peserta itu terbesar walaupun saat ini masih pandemi COVID-19 diberbagai daerah di Indonesia. “Mungkin ada hal yang membuat orang sangat semangat untuk mengikuti AMBC tahun ini,” ungkapnya.

Usai pembukaan AMBC Virtual 2020, kepada wartawan, Teuku Nara mengatakan pihaknya terus bersama-sama berjuang melawan COVID-19 dengan tetap memakai masker, mencuci tangan, menjaga jarak supaya pendidikan di Indonesia dan Aceh khususnya tetap berjalan walaupun belajar daring,” cetus Nara.

Begitu juga terhadap marching band ini, kata Nara yang juga Sekretaris Dinas Pendidikan Aceh ini, merupakan kreativitas siswa-siswi bahkan masyarakat secara umum dan universitas yang semua bersemangat untuk perkembangan marching band.

Dikatakannya, Marching Band Gita Handayani Disdik Aceh sudah tampil dua kali di Istana Negara untuk memeriahkan peringatan proklamasi 17 Agustus.

Nara menyebutkan, lomba AMBC virtual 2020 itu dibagi dalam kelas yunior SD sederajat dan SMP sederajat, kelas senior SMA sederajat serta masyarakat umum dan universitas.

Peserta mengirimkan video penampilannya kepada panitia dan akan dinilai 12 juri nasional. Dijadwalkan AMBC virtual itu akan ditutup dan diumumkan pemenangnya, Rabu (04/11/2020) sore melalui zoom meeting. []
 
(Editor     | Muhammad Zairin)
(Laporan | Muhammad Zairin)

Advertisement

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

News Feed