oleh

PDP Sembuh di Aceh 46 Orang Diperbolehkan Pulang

Banda Aceh-Kabar gembira mewarnai dibalik kegelisahan masyarakat di Provinsi Aceh terhadap Pandemi Coronavirus Disease (COVID-19. Sebab, ada 46 Pasien Dalam Pengawasan (PDP) telah dinyatakan sembuh dan diperbolehkan pulang.

Hal itu disampaikan Juru Bicara COVID-19 Pemerintah Aceh, Saifullah Abdulgani, dalam update informasi Percepatan Penanggulangan Covid-19 di Aceh, per 6 April 2020, pukul 15.00 WIB, yang merupakan akumulasi kasus yang dicatat dan dilaporkan Gugus Tugas Covid-19 dari 23 Kabupaten/Kota di Aceh.

Saifullah mengatakan, tercatat sebanyak 55 orang Pasien Dalam Pengawasan (PDP) di Provinsi Aceh. Ini artinya ada penambahan sebanyak satu orang dibandingkan Minggu (05/04/2020) kemarin.

“Jumlah PDP yang masih dirawat di rumah sakit rujukan Provinsi maupun Kabupaten/Kota sebanyak 7 orang (satu orang positif COVID-19 di RSUZA). Namun, 46 PDP telah dinyatakan sembuh dan diperbolehkan pulang,” katanya.

Dikatakan dia, PDP yang telah pulang dan sembuh sebanyak 46 tersebut, termasuk tiga orang yang sebelumnya Positif Covid-19, dan dipulangkan dari RSUZA Banda Aceh, Minggu (5/4), karena sudah bebas virus COVID-19 (sembuh), dan dianjurkan untuk istirahat di rumah selama 14 hari ke depan untuk penyembuhan total.

Ketiga pasien COVID-19 yang sudah sembuh tersebut, yakni IB, laki-laki, umur 60 tahun, dari Aceh Besar; YRP, laki-laki, 23 tahun, dari Aceh Besar, dan IF, perempuan, umur 60 tahun, dari Kota Banda Aceh.

“Kita imbau agar masyarakat memberikan kesempatan ketiganya istirahat yang cukup di rumahnya, hingga sembuh sempurna,” tutur Jubir Pemerintah Aceh itu.

Ia menjelaskan, dengan sembuhnya tiga pasien dari positif COVID19, kini tinggal dua orang yang masih dinyatakan positif. Satu masih dalam penanganan medis di RSUZA, satu lainnya dinyatakan telah meninggal dunia, Maret 2020. Satu lagi yang juga meninggal dunia bukan pasien COVID-19.

Saifullah mengucapkan rasa syukur kepada Allah SWT atas kesembuhan terhadap tiga PDP Positif COVID-19 yang dirawat di RICU RSUZA Banda Aceh tersebut.

Ia memastikan tim medis sedang bekerja keras merawat pasien-pasien lainnya untuk melawan virus berbahaya tersebut serta meminta masyarakat yang sehat harus tetap waspada dan mengikuti imbau-imbauan pencegahannya.

Perkembangan ODP
Terkait Orang Dalam Pemantauan (ODP) di Aceh, Saifullah mengatakan hingga Senin (06/04/2020) hari ini ada sebanyak 1.239 kasus.

Ini artinya ada penambahan sebanyak 11 orang dibandingkan Minggu (05/04/2020) kemarin yaitu 1228 orang. Untuk kasus ODP yang telah selesai pemantauan sebanyak 532 orang, dan 707 ODP lainnya masih dalam proses pemantauan petugas kesehatan.

Menurutnya, masyarakat tidak perlu menyikapi berlebihan bila ada warganya yang baru tiba dari wilayah penularan COVID-19, baik dari dalam maupun dari luar negari. Yang penting mereka melakukan isolasi mandiri di rumah selama 14 hari dan menjaga jarak antarsesama (physical distancing).

Meski ODP tersebut mengalami demam dan batuk atau gejala flu, belum tentu gajala Covid-19. Bisa juga akibat kelelahan di perjalanan jauh. Penderita Covid-19 hanya bisa dibuktikan melalui pemeriksaan laboratorium dan hasilnya dibaca oleh tenaga ahli agar tidak bias.

“Bila ada orang yang diduga ODP jangan panik, cukup jaga jarak dan anjurkan isolasi mandiri,” pintanya.

Selain itu, Saifullah menyampaikan bahwa meski pemberlakukan jam malam telah dicabut oleh Forkopimda Aceh, bukan berarti mata-rantai penularan COVID-19 sudah terputus.

“Forkopimda tetap mengimbau tetap tinggal di rumah, ibadah di rumah, belajar di rumah, bekerja di rumah, dan juga menghindari pusat keramaian, dan fasilitas umum, termasuk aktifitas keagamaan yang melibatkan orang banyak. Pengelolaan kegiatan ekonomi wajib menerapkan kaidah-kaidah menjaga jarak antar sesama (physical ditancing),” katanya mengingatkan. []

(Editor | Redaksi)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

News Feed