oleh

PDP yang Meninggal di RSUZA Dinyatakan Positif COVID-19, ODP Bertambah Lagi

banner 728x90

Banda Aceh-Laboratorium Badan Penelitian dan Pengembangan (Balitbang) Kementerian Kesehatan RI, akhirnya mengumumkan terkait status Pasien Dalam Pengawasan (PDP) berinisial AA (56), yang meninggal dalam perawatan di Respiratory Intensif Care Unit (RICU) Rumah Sakit Zainoel Abidin, Senin (23/03/2020) lalu, positif COVID-19.

Hal ini sebagaimana disampaikan kembali Juru Bicara Gugus Tugas Covid-19 Aceh, Saifullah Abdulgani, setelah sebelumnya diumumkan Juru Bicara Gugus Tugas Covid-19 Nasional beberapa waktu lalu.
Saifullah Abdulgani menyampaikan hal itu dalam keterangan tertulis kepada Media Pers, Kamis (26/03/2020), di Posko Gugus Tugas Percepatan Penanggulangan Covid-19 saat menggelar konferensi pers, via video conference dengan awak media.

Pasien PDP inisial AA (56), asal Kota Lhokseumawe yang meninggal dunia itu dinyatakan positif Covid-19 dan tercatat sebagai Covid-19 yang ke-826 nasional. Pihaknya mengaku sudah menerima hasil laboratorium terhadap swab pasien tersebut.

Kecuali itu, PDP berinisial EY, yang berjenis kelamin laki-laki (43) (Rabu (25/03/2020) meninggal di RICU RSUZA , belum dapat disimpulkan sebagai positif Covid-19, karena belum ada hasil pemeriksaan swab dari laboratorium Balitbang Kemenkes RI di Jakarta.

“Hingga saat ini EY meninggal karena gagal nafas akibat pneumonia akut. Tapi karena dicurigai serangan virus corona,, jasadnya dipelakukan sesuai Standar Operaaional Prosedur pasien Covid-19, tapi statusnya masih PDP,” ujar Saifullah Abdulgani.

Ia menjelaskan, awalnya EY didiagnosa sebagai penderita infeksi empedu. Tim medis merencanakan tindakan operasi, namun belakangan terdeteksi pneuomonia akut seperti serangan virus corona.

“Saat persiapan operasi dan pemeriksaan foto thorak, tim medis menemukan pneumonia akut mirip penderita Covid-19. Setelah didalami lebih lanjut terungkap EY memiliki riwayat ke Malaysia, 13 hari sebelumnya. Tanpa informasi baru tiba dari daerah penularan virus corona, maka ditangani sebagaimana pasien gangguan empedu lainnya,” terangnya.

“Informasi dari RSUZA, EY sudah sering berobat, sehingga petugas tak menaruh curiga,” katanya lagi.

Belajar dsri kasus PDP berinisial EY ini, ia mengimbau masyarakat, terutama pasien dan keluarga pasien menyampaikan informasi tentang riwayat pasien secara detil kepada tenaga medis yang merawatnya.

“Kita bergarap EY bukan PDP Positif Covid-19. Sebab, bila hasil pemeriksaan swab-nya positif, akan banyak petugas yang harus dikarantina selama 14 hari,” imbau Saifullah.
Dalam situasi seperti saat ini, sambungnya lagi, ia meminta agar dapat membantu petugas medis dengan informasi yang selengkap-lengkapnya.

ODP Bertambah
Sementara itu, terkait dengan Covid-19 di Aceh, Saifullah meenjelaskan, hingga hari ini terjadi penambahan Orang Dalam Pemantauan atau ODP sebanyak 10 orang. Jika Kemarin (Rabu, 25/3) iumlah ODP di Aceh sebanyak 216 orang, hari ini menjadi 226 orang.

Sementara itu, PDP yang masih dirawat di RICU RSUZA sebanyak empat orang dan satu lainnya di RSU Cut Mutia Lhokseumawe []

(Editor | Redaksi)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

News Feed