oleh

Peduli Pendidikan, Erawati Reses di Sekolah

Aceh Tamiang-Anggota DPRK Aceh Tamiang Periode 2019-2024, Erawati Is, SH, memilih sekolah sebagai tempat ia melakukan reses. Sebab, bagi politisi Partai Golongan Karya (Golkar) dari Daerah Pemilihan (Dapil) II ini, pendidikan adalah cara terbaik untuk membentuk manusia berkualitas.

Dapil II itu meliputi Seruway, Bendahara, Banda Mulia dan Manyak Payed). Adalah MIN 6 Raja Tuha Kecamatan Manyak Payed, yang dituju Wakil rakyat ini.

Dilatar belakangi pernah menjadi pendidik di RA Al-Bayan Kampung Cita Raja Kecamatan Bendahara, Erawati. Is, membuat dirinya tak bisa lepas untuk tetap peduli terhadap dunia pendidikan, khususnya pendidikan agama.

Erawati merupakan sosok dari 11 Srikandi Aceh Tamiang pada periode 2019-2024 di DPRK Bumi Muda Sedia. Ia mampu mempertahankan kursi Partai Golkar dari Dapil II selama dua periode yaitu periode 2014-2019 dan 2019-2024.

Kerja keras dengan beragam program pro rakyat membuat dirinya bertahan sebagai anggota dewan dua periode di Parlemen DPRK Aceh Tamiang.

“Pendidikan Madrasah dan Pesantren merupakan bagian dari satu sistem pendidikan nasional yang meningkatkan keimanan dan ketakwaan serta akhlak mulia dalam rangka mencerdaskan kehidupan bangsa, sebagaimana amanat Undang-Undang Dasar Negara Republik Indonesia Tahun 1945,” ujar Erawati Is kepada PENAPOST.ID di Karang Baru, Senin (22/02/2021).

Erawati yang juga Sekretaris Komisi III DPRK Aceh Tamiang mengatakan bahwa dirinya beberapa hari lalu melakukan reses di MIN 6 Raja Tuha Kecamatan Manyak Payed yang disambut langsung oleh Kepala Sekolah beserta jajarannya dan Ketua Komite Sekolah.

“Pendidikan di madrasah dan sekolah umum lainnya selain mendidik kecerdasan, juga membina moral dan akhlak siswanya, sehingga hal tersebut menjadi nilai plus,” kata Erawati.

Ia mengatakan madrasah dalam konteks fungsi pendidikan dalam penyelenggaraan berdasarkan kekhasannya sebagai bagian dari penyelenggaran pendidikan nasional.

Menurutnya yang mendesak menjadi perhatian adalah madrasah sebagai bagian dari sistem persekolahan yang telah lama tumbuh dan berkembang di masyarakat.

Kemudian sambungnya dengan berlakunya UU Nomor 23 Tahun 2014 tentang Pemerintahan Daerah dan UU Nomor 33 tahun 2004 tentang Perimbangan Keuangan Daerah, persoalan keagamaan di bawah Kementerian Agama merupakan urusan yang tidak didesentralisasi ke daerah.

“Madrasah dan pendidikan agama di sekolah umum urusannya dikelola secara sentralistik dari pusat. Nah untuk itu kita hadir disana, mengali apa yang menjadi kendala bagi sekolah tersebut,” terangnya.

Politisi Pohon Beringin ini mengatakan bahwa tahun 2019 lalu telah memperjuangkan satu RKB untuk MIN 8 Bandar Khalifah Kecamatan Bendahara. Kemudian Tahun ini telah memperjuangkan satu RKB untuk MIN 6 Raja Tuha Kecamatan Manyak Payed.

“Alhamdulillah, tahun ini MIN 6 Raja Tuha mendapat satu RKB. Semoga dengan RKB ini kegiatan belajar mengajar di sekolah tersebut makin maksimal,” tambahnya.

Ketua Komite Sekolah MIN 6 Raja Tuha Kecamatan Manyak Payed, M. Wahyuddin S. S.sos,I mengucapkan terimakasih atas kunjungan reses anggota DPRK Aceh Tamiang dari Partai Golkar dan telah membantu memperjuangkan satu RKB yang akan dilaksanakan pembangunannya pada tahun 2021. “Tahun ini MIN 6 Raja Tuha mendapatkan pembangunan satu RKB,” sebutnya.

Kemudian Wahyuddin menambahkan kegiatan Reses anggota DPRK Aceh Tamiang dari Partai Golkar, pihaknya mengajukan usulan penambahan Gedung RKB, packing blok dan renopasi kelas. []

(Editor     | Redaksi)
(Laporan | Erwan)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

News Feed