oleh

Pelaksana Proyek Galian Jaringan Gas di Aceh Tamiang Diminta Tanggung Asuransi Korban

Aceh Tamiang-Seorang bocah berinisial AS (10), warga Kampung Kotalintang, Kecamatan Kota Kualasimpang, Aceh Tamiang, mengalami patah tangan setelah pada 8 Juli lalu diduga terperosok ke dalam lubang galian gas disana.

Namun, perusahaan pelaksana galian jaringan gas, kabarnya telah menyalurkan bantuan kepada korban sebesar lima ratus ribu rupiah.

Namun, Anggota Dewan Perwakilan Rakyat Kabupaten (DPRK) Aceh Tamiang, M. Irwan,, meminta pelaksana proyek tidak sekedar menyalurkan santunan kepada korban.

Lebih dari itu, Ketua Komisi I DPRK Aceh Tamiang ini, meminta pelaksana proyek tersebut untuk dapat bertanggungjawab dengan menanggung asuransi kepada korban.

Diketahui, galian pipa jaringan gas tersebut dikerjakan oleh PT. Adhi Karya bersama konsultan pelaksana, PT. Amythas.

“Mereka harus memberikan perlindungan kepada masyarakat, ada tanggungjawab ansuransinya, artinya bukan hanya santunan,” ujar Wantanido===sapaan akrab M. Irwan.

Hal itu disampaikan dia saat bertandang ke rumah korban bersama Ketua Komisi I DPRK Aceh Tamiang M. Irwan, SP berserta Wakil Ketua Komisi I Maulida Zikri, di Kampung Kotalintang, Kecamatan Kota Kualasimpang, Aceh Tamiang.

Menurutnya, dilihat dari hasil foto Elbow Joit yang dikeluarkan oleh Instalasi Radiologi RSUD Aceh Tamiang pada 13 Juli 2020 lalu, hasilnya sangat jelas yaitu tangan korban patah.

“Tangan korban patah, santunan yang diberikan itu tidak manusiawi,” kesal M.Irwan yang saat itu turut didampingi Wakil Ketua Komisi Maulida Zikri.

Politisi muda Partai Gerindra ini menilai bahwa PT. Adhi Karya sebagai pelaksana tidak menerapkan sistem perlindungan terhadap masyarakat yang berada dalam kawasan pembangunan.

Wakil Ketua DPRK Aceh Tamiang Fadlon, menyampaikan bahwa korban yang masuk dalam galian jaringan gas tersebut sudah banyak.

“Korban sudah ada lima orang. Banyak warga yang melapor ke kami (DPRK) terkait galian pipa jaringan gas yang tanpa ada pengaman atau bariket (line pembatas) disepanjang galian.

Itu sebabnya, ia menghimbau kapada pihak PT Adhi Karya untuk melaksanakan kegiatan dilapangan harus mengikuti Standar Operasional Prosedur (SOP).

“Pelaksanaannya harus mengikuti SOP. Ketika SOP diabaikan maka akan banyak korban. Dan ini merupakan kelalaian dari pihak pelaksanaan,” nya.

Pihaknya bersama Ketua Komisi I DPRK Aceh Tamiang menyatakan sepakat untuk memanggil pihak pelaksana kegiatan.

“Kita akan atur jadwalnya, termasuk untuk menyurati pihak PT. Adhi Karya,” katanya mengakhiri.

Sementara itu, Darman (44), orang tua korban mengaku sudah hampir tiga bulan anaknya mengalami patah tangan akibat masuk dalam galian.

Membantah
Humas PT. Adhi Karya Wilayah Aceh Tamiang Bayu Anggara membantah terkait korban AS (10), warga Kampung Kotalintang, Kecamatan Kota Kualasimpang, Aceh Tamiang, yang dikabarkan masuk galian pipa jaringan gas yang berada di Kampung korban.

“Korban (AS) bukan masuk kedalam galian jaringan gas tersebut, melainkan karena ada kenderaan didepannya, sehingga korban masuk parit. Bukan masuk dalam galian pipa. Itu murni kecelakaan buka kesalahan dari pihak pelaksana. Secara pribadi kita ada mengunjungi korban dan berikan sejumlah uang,” bantahannya.

Terkait line pembatasan (bariket) pada galian pipa, Bayu menjelaskan bahwa selama ini pihaknys selalu menekankan kepada pihak pengawas lapangan agar galian pipa yang belum ditutup agar diberikan line pembatasan (bariket).

“Sudah kita tekankan agar galian yang belum ditutup agar diberi line pembatasan (bariket). Kalau ada kenyataan dilapangan tidak terpasang. Maka kita akan berikan sangsi kepada pihak pengawas. Karena itu termasuk dalam progres pekerjaan,” pungkasnya. []

(Editor     | Redaksi)

(Laporan | Erwan)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

News Feed