oleh

Pelanggar Protokol Kesehatan di Aceh Tamiang Capai 1,6 Ribu Orang Lebih

Aceh Tamiang-Sosialisasi dan edukasi kepada masyarakat tentang penyebaran wabah Coronavirus Disease 2019 (COVID-19) di Kabupaten Aceh Tamiang, perlu ditingkatkan lagi. Bayangkan, selama diberlakukannya Operasi Yustisi ada sebanyak 1,6 ribu orang lebih yang diketahui melanggar Protokol Kesehatan (Protkes).

Untuk diketahui, Operasi Yustisi yang dilakukan oleh beberapa intansi pemerintah dalam upaya memberikan pemahaman untuk meningkatkan kedisiplinan masyarakat pelaksanaan Protokol Kesehatan yang saat ini diberlakukan dalam upaya memutuskan mata rantai penyebaran Coronavirus Disease 2019 (COVID-19).

“Selama diberlakukan Operasi Yustisi jumlah warga yang terjaring hingga 8 November 2020 sebanyak 1.613 orang,” ujar Kepala Bidang Penegakan Perundangan undangan Daerah pada Kantor Satuan Polisi Pamong Praja dan Wilayahatul Hisbah (Satpol-PP dan WH) Aceh Tamiang, Mustafa Kamal, S.Pi, Senin (09/11/2020).

Ia merincikan dari jumlah 1.613 orang terjaring pada bulan September sebanyak 32 orang pelanggaran tidak memakai masker dengan titik lokasi satu titik. Kemudian, untuk bulan Oktober sebanyak 1.044 orang pelanggar tidak memakai masker dengan titik kegiatan 20 titik lokasi.

Sementara untuk bulan ini, sambungnya, pertanggal 8 November 2020 tercatat 537 orang pelanggar tidak memakai masker dengan titik lokasi sebanyak delpan titik lokasi. Intinya, dalam rentang waktu per tanggal 8 November 2020 dengan 29 titik lokasi Operasi Yustisi terjaring sebanyak 1.613 orang pelanggar tidak memakai masker.

Mustafa menyampaikan pihaknya bersama Satgas Pencegahan dan Penanganan Covid-19 yang didalamnya ada pihak TNI/Polri dan lintas SKPK terus melaksanakan Operasi Yustisi. “Selain pengguna jalan (warga atau individu), yang tak mematuhi protokol kesehatan. Operasi Yustisi juga menyasar tempat – tempat usaha seperti cafe atau warkop,” sebutnya.

Ia juga menyampaikan Semua yang terjaring dalam Operasi Yustisi kita catat nama dan alamatnya. “Untuk sanksi kita berikan teguran secara lisan dan ada juga kita beri sanksi berupa push up, hafal pancasila dan menyanyikan lagu wajib kebangsaan kita,” jelasnya.

Menurutnya, Operasi Yustisi akan terus gelar agar masyarakat dapat memahami dan meningkatkan kesadaran masyarakat untuk dapat menggunakan masker saat berada diluar rumah dan sesering mungkin untuk mencuci tangan dan menjaga jarak.

Mustafa yang juga selaku Kabid Penegakan Perundangan undang Daerah mengajak seluruh lapisan masyarakat untuk dapat mematuhi Peraturan Bupati Aceh Tamiang nomor 30 Tahun 2020 tentang peningkatan penanganan COVID-19 dan instruksi Bupati Aceh Tamiang Nomor 5245 Tahun 2020 tentang Pelaksanaan Kegiatan Selama Pandemi COVID-19.

“Pemerintah Kabupaten Aceh Tamiang terus menghimbau kepada masyarakat Kabupaten Aceh Tamiang untuk selalu menerapkan protokol kesehatan, seperti memakai masker, menjaga jarak, mencuci tangan (3M) dan meningkatkan imunitas tubuh, agar penyebaran COVID-19 ini cepat segera berakhir,” harapnya. []

(Editor     | Redaksi)
(Laporan | Erwan)

Advertisement

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

News Feed