oleh

Pembekalan Pendidikan Profesi Guru Agar Bersetifikat

Sekitar 1.200 guru di Aceh mengikuti Pendidikan Profesi Guru (PPG). Tujuannya agar pahlawan tanpa tanda jasa itu bersetifikat. Dinas Pendidikan Aceh terus berkerja keras agar para guru lulus Pendidikan Profesi Guru (PPG) dan bersefikasi.

Pada tahun ini Disdik Aceh melakukan orientasi dan pembekalan awal kepada 1.200 guru yang mengikuti Pendidikan Profesi Guru (PPG). Dari jumlah tersebut pembekalan pra PPG ini sudah dilakukan kepada 150 guru, dan sisanya sebanyak 1.050 orang akan dilanjutkan sampai akhir tahun ini menggunakan anggaran APBA Perubahan.

“Pembekalan ini kita lakukan agar guru-guru di Aceh semuanya bisa lulus PPG dan bersertifikasi. Kebanyakan itu dari guru non PNS, tapi kalau guru PNS hampir selesai,” ujar Kabid Pembinaan GTK Dinas Pendidikan Aceh, Nurhayati, di Banda Aceh.

Menurut Nurhayati beberapa program peningkatan guru lainnya juga dilakukan dalam bentuk melihat hasil penilaian kinerja guru yang dihimpun dari pengawas, termasuk kelemahan yang kerap muncul untuk kemudian dievaluasi.

Data tersebut akan digunakan untuk dasar membuat pelatihan kepada guru dalam upaya meningkatkan kualitas guru maupun para siswa. Selain itu Disdik Aceh juga punya program guru magang, khususnya guru vocational di SMK ke Korea, untuk disiplin ilmu bidang pertanian dan rekayasa genetika. Selain Korea, Dinas Pendidikan Aceh juga membawa guru magang ke Songkla, Thailand.

Selanjutnya juga ada program kunjungan kepala sekolah ke Uni- versitas Sultan Idris di Kuala Lumpur, Malaysia untuk 100 kepala sekolah serta program kepala sekolah mengunjungi sekolah di Kota Yogyakarta yang pustakanya berakreditasi A dan memperoleh peringkat satu nasional.

“Dengan kunjungan ini kita harapkan mereka terbuka wawasan dalam hal literasi. Tapi itu programnya bukan di GTK, tapi programnya SMA, cuma saya mendampingi,” sebut Nurhayati.

Peningkatan mutu pendidikan Aceh, sebut Nurhayati, tidak hanya dinilai dari sisi prestasi siswa dan guru, namun ada hal yang jauh lebih penting adalah melahirkan siswa yang berkarakter dan berintegritas.

Untuk tujuan ini, Disdik membekali para guru, khususnya yang bergerak di bidang Bimbingan Konseling dibekali pelatihan pendidikan Prodigy. Pelatihan ini mencakup bagaimana pendekatan guru kepada siswa, bagaimana mengajak siswa membentuk karakternya, dan bagaimana guru seharusnya menghadapi siswa tanpa kekerasan. “Sehingga guru jadi panutan bagi siswa,” ujarnya.

Guru luar biasa Selain pendidikan umum, Dinas Pendidikan Aceh juga terus menggenjot kualitas pendidikan sekolah luar biasa (SLB). Pendidikan luar biasa merupakan pendidikan bagi peserta didik yang memiliki tingkat kesulitan dalam mengikuti proses pembelajaran karena kelainan fisik, emosional, mental sosial, tetapi memiliki potensi kecerdasan dan bakat istimewa yang kadang sama dimiliki siswa di sekolah umum.

Selama ini menurut data di lapangan ada anak-anak yang berkebutuhan khusus mengikuti proses pendi- dikan di sekolah umum. Sehingga kondisi ini membuat siswa tersebut kesulitan dalam menerima pelajaran.

Menyadari hal ini, Disdik Aceh berusaha meminimalkan kesenjangan yang ada dengan mengunjungi sekolah yang ada anak inklusi. Di samping itu, saat ini, kata Nurhayati, juga banyak guru umum mengajar di sekolah LB.

“Baru-baru ini kita sudah terima kembali guru mendapat beasiswa mengambil studi LB, di Universitas Pendidikan Indonesia di Bandung, dan sekarang sudah pulang dan bertugas di sekolah LB. Ke depan bila memang pemerintah menyetujui kita akan mengirim lagi. Sebab sekarang banyak sekolah LB masih diajarkan guru dari sekolah umum,” tuturnya.

Di samping itu, tambah Nurhayati, dibutuhkan pelatihan khusus untuk guru-guru LB di bidang vocational (kejuruan), dan menjadi guru produktif. Misalkan bagaimana mereka melatih siswa LB agar mendapat keterampilan hidup.

“Nanti bisa saja siswa-siswa LB yang tidak mampu dalam bidang formal, ahli dalam perbengkelan. Kita tidak pikirkan mereka sekolah tinggi-tinggi, tapi yang terpenting bagaimana mereka bisa hidup mandiri dengan keterampilan yang mereka miliki. Jadi tidak tergantung dengan orang lain,” pungkasnya. (Advertorial)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

News Feed