oleh

Pembeli Pasar Murah Ikuti Protokol Kesehatan

Laporan | M. Zairin

Aceh Besar-Pemerintah Aceh resmi membuka gelaran pasar murah di seluruh Aceh. Seremonial pembukaan dilakukan di halaman Masjid Maharaja Gurah, Kecamatan Peukan Bada kabupaten Aceh Besar.

Menariknya seluruh masyarakat yang datang membeli sepenuhnya mematuhi protokol kesehatan covid-19.

Wakil Ketua Gugus Tugas Percepatan Penanggulangan Covid-19 Aceh, Dyah Erti Idawati, membuka secara resmi gelaran pasar murah di Peukan Bada Aceh Besar. Pasar murah tersebut juga digelar pemerintah Aceh di seluruh kabupaten/kota se-Aceh dan bakal dilangsungkan di tempat berbeda hingga Minggu tiga hari mendatang.

“Mulai hari ini hingga tiga hari ke depan kegiatan ini akan kita langsungkan di tempat-tempat yang berbeda,” ujar Dyah Erti Idawati, Wakil Ketua Gugus Tugas Percepatan Penanggulangan Covid-19 Aceh, saat membuka secara resmi gelaran pasar murah, Rabu 13/05 pagi.

“Apresiasi saya kepada panitia. Hari ini semua yang datang mematuhi imbauan protokol kesehatan. Semua memakai masker, semua menjaga jarak,” kata Dyah lagi.

Dyah berharap pasar murah yang diselenggarakan pemerintah tersebut bisa menghasilkan daya guna yang maksimal. Artinya, mereka yang membeli adalah masyarakat dari kalangan ekonomi menengah ke bawah sehingga manfaatnya betul-betul dirasakan masyarakat.

Plt Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan Aceh, Muslem Yacob, menyebutkan pasar murah yang diselenggarakan bekerjasama dengan Bulog Aceh tersebut, dilaksanakan di seluruh Aceh sesuai dengan perintah Plt Gubernur Aceh, Nova Iriansyah. Hanya saja Kabupaten Simeulue tidak diselenggarakan pada hari ini, karena pelaksanaannya disesuaikan dengan jadwal kapal yang berlayar ke pulau tersebut.

“Tujuannya meringankan beban masyarakat terutama dalam pandemi covid-19,” kata Muslem. “Kegiatan ini sebagai bentuk bagaimana hadirnya pemerintah di tengah pandemi seperti ini.”

Ia menyebutkan sedikitnya ada empat komoditi yang dijual di pasar murah. Ada beras 10kg yang dijual Rp.85 ribu, minyak goreng isi 2 liter yang dijual Rp.24 ribu, tepung terigu Rp.7 ribu dan telur Rp.28 ribu per papan. Harga itu sepenuhnya sudah disubsidi oleh pemerintah. Besaran subsidinya, beras, tepung dan minyak goreng seharga Rp.3 ribu dan telor Rp.250 per butirnya.

Selain itu, masyarakat yang berbelanja juga diberikan kemudahan mendapatkan gula pasir yang dijual Rp.19 ribu per dua kilogram. Harga gula di pasaran saat ini mencapai Rp.16 ribu per kilogram. Muslem menyebutkan, pihaknya bersama Bulog Aceh yang hari ini menyelenggarakan pasar murah, akan mencari waktu lain khusus untuk menjual gula dengan harga di bawah Harga Eceran Tertinggi.

“Tujuannya di samping untuk meringankan beban masyarakat juga menstabilkan  harga,” kata Muslem. Pemerintah kata Muslem, menjamin ketersediaan bahan pokok di ramadhan dan Idul Fitri.

Sekda Aceh Besar, Drs.Iskandar M.Si, menyebutkan pasar murah akan digelar di beragam lokasi bahkan daerah-daerah terpencil. Di Aceh Besar, selain digelar di Pekan Bada, pada Kamis esok hari juga akan digelar di Kecamatan Ingin Jaya. Sementara pada hari Jumat bakal dibuka di Kecamatan Simpang Tiga, dan di Pulo Aceh pada hari Minggu tiga hari mendatang.

“Kegiatan ini sebagai langkah strategis mengantisipasi lonjakan harga kebutuhan pokok di bulan puasa dan menjelang Hari Raya Idul Fitri,” kata iskandar yang didampingi kadisperindag Aceh Besar Taufik.

Sementara itu Taufik menambahkan agar setiap pengunjung dan pembeli wajib memakai masker saat berbelanja. Namun bagi mereka yang lupa, pihaknya menyediakan masker yang dibagikan secara cuma-cuma. Pengunjung kata dia, juga diperiksa suhu tubuh dan diminta mencuci tangan dari wadah yang sudah mereka siapkan.

“Area ini pun sudah kita semprot disinfektan. Jadi insya Allah aman, harapan  kami masyarakat pun ikut mematuhi protokol kesehatan,” kata Taufik.

Selain dihadiri Wakil Ketua Gugus Tugas Percepatan Penanggulangan Covid-19 Aceh, Kadis Perindag Aceh dan Sekda Aceh Besar serta kadis Perindag Aceh Besar, seremonial kegiatan tersebut dihadiri juga oleh Pimpinan Perum Bulog Wilayah Aceh, Irsan Nasution dan Kepala Biro Humas dan Protokol Setda Aceh, Muhammad Iswanto. []

(Editor | Redaksi)

Advertisement

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

News Feed