oleh

Pemerintah Aceh Belum Terima Hasil Pemeriksaan PDP yang Meninggal di RSUZA

Banda Aceh-Pemerintah Aceh mengungkapkan bahwa hingga kini belum menerima hasil pemeriksaan spesimen Pasien Dalam Pengawasan (PDP) berinisial AA (56), yang dirujuk dari Rumah Sakit PT. Arun di Lhokseumawe pada 20 Maret 2020 dan meninggal Senin ((23/03/2020) sekira pukul 12.45, di RSUZA, Banda Aceh.

Hal itu sebagaimana disampaikan Juru Bicara COVID-19 Pemerintah Aceh, Saifullah Abdulgani, dalam keterangan tertulis yang diterima PENAPOST.ID, Selasa (24/03/2020), di Banda Aceh.

“Hasil pemeriksaan spesimen AA (Alm) belum kami terima, namun perlakukan terhadap jenazah sesuai Standar Operasional Prosedur (SOP) bagi jenazah pasien infeksius, Covid-19,” ujar Saifullah Abdulgani.

Menurutnya, PDP AA (56) yang meninggal dunia di RSUDZA, telah dimakamkan oleh petugas khusus penanganan jenazah RSUZA pada hari yang sama sekira pukul 18.00 WIB, di suatu tempat yang disepati keluarga almarhum AA.

Ia mengaku belum bisa memberi tahukan tempat pemakamannya, namun pihaknya mengatakan dimakamkan bukan di permukiman masyarakat. “Jenazah ditempatkan ke dalam peti dan diberikan balutan plastik, sesuai SOP yang di tetapkan WHO dan Kementerian Kesehatan, sehingga sangat aman,” katanya.

Perkembangan percepatan penanganan Covid-19 di Aceh, berdasar kondisi, Selasa (24-03-2020), pukul 15.00 WIB, bahwa jumlah Orang Dalam Pemantauan (ODP) dan Pasien Dalam Pengawasan (PDP) di Aceh bertambah.

Jumlah ODP bertambah 6 orang, dari 187 orang kemarin, Senin (23-03-2020), pukul 15.00 wib, menjadi 193 ODP. Sebarannya ada di 23 kabupaten/kota di Aceh. Sedangkan total PDP sebanyak 38 orang. PDP yang sudah pulang sebanyak 31 orang, dan dalam perawatan ada enam orang.

PDP yang masih dirawat di rumah sakit, lanjut Saifullah Abdulgani, sebanyak satu orang di RSUD Cut Mutia Lhokseumawe dan lima PDP lainnya di RSUD dr Zainoel Abidin Banda Aceh-termasuk dua PDP baru, yakni RC (34 thn) dan MM (38 thn). Keduanya laki-laki.

Ia menerangkan, RC merupakan warga Kota Banda Aceh yang datang sendiri ke RSUDZA, sekira pukul 16.00 kemarin (Senin, 23/3), dengan keluhan demam, batuk, dan pilek. Ia memiliki riwayat perjalanan ke wilayah penularan, yakni baru pulang dari Malaysia.

Sedangkan MM, rinci dia, merupakan PDP rujukan dari RSUD Cut Mutia Lhokseumawe. MM tiba di RSUZA Banda Aceh, Senin (23/3), sekira pukul 02.00 wib dini hari, dalam kondisi demam, nyeri tenggorokan, batuk, pilek, dan disertai sesak. []

(Editor | Redaksi)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

News Feed