oleh

Pengalihan Dana Disdik Dayah untuk Corona di Persoalkan

banner 728x90

Banda Aceh-Anggota DPR Aceh dari Fraksi Partai Aceh, Sulaiman, SE, mempertanyakan kebijakan pemerintah terkait pengalihan anggaran pada Dinas Pendidikan Dayah Aceh untuk penanganan virus Corona.

Anggota DPRA dari Fraksi Partai Aceh Sulaiman, SE, dalam keterangan pers yang diterima PENAPOST.ID, Minggu (10/05/2020), di Banda Aceh, menilai kebijakan yang telah diambil oleh Pemerintah Aceh telah menimbul polemik ditengah masyarakat.

Ia juga mengaku heran dengan langkah yang telah diputuskan oleh Pemerintah Aceh, dengan terjadinya pengalihan anggaran pada Dinas Pendidikan Dayah Aceh. Padahal, Dinas Pendidikan Dayah merupakan sebuah bentuk kekhususan Aceh.

Seharusnya, kata Sulaiman, Pemerintah Aceh bisa melakukan pengalihan anggaran pada proyek-proyek multiyers.

“Kenapa harus anggaran untuk dayah. Bukankah anggaran multiyears ada?,” tanya mantan Ketua DPRK Aceh Besar ini.

Menurutnya, pengalihan anggaran pembangunan tahun jamak itu bakal cukup untuk penanganan Coronavirus Disease 2019 (COVID-19) di Aceh. Begitupun dengan proyek tahun jamak dinilai sangat tertutup dan terksen dipaksakan.

“Berdasarkan informasi yang kita peroleh anggaran proyek multiyears mencapai Rp.2,7 Triliun,” ujar Anggota Komisi II DPRA ini.

Selain itu, menurut penilaian dia, kebijakan yang diambil oleh Pemerintah Aceh sering menuai polemik di kalangan masyarakat, sebut saja masalah karung beras (gody bag) beberapa waktu yang lalu.

Polemik waktu itu adalah, warna biru pada kemasan dan logo pancacita paket bantuan yang dibagikan oleh Pemerintah Aceh kepada masyarakat yang terdampak COVID-19.  Pasalnya warna tersebut dinilai oleh masyarakat banyak indentik dengan warna partai politik tertentu. []

(Editor | Redaksi)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

News Feed