oleh

Pengusaha Diadukan ke Polisi

Simeulue-Sepandai-pandai tupai melompat, akhirnya terjatuh juga. Agaknya pribahasa ini menimpai seorang pengusaha yang juga anggota DPRK Simeulue, berinisial SYN.

Memang tidak ada yang salah apabila seorang anggota DPR menjabat sebagai pemegang saham sebuah perusahaan.

Hanya saja, SYN yang diketahui adalah Direktur PT. AZB, tersandung kasus dugaan pemalsuan dokumen dan penipuan pengembalian anggaran kelebihan bayar tidak sesuai volume pekerjaan dalam proyek peningkatan jalan Ganang Pusako-Kenangan-Suak Manang, Kecamatan Salang yang dikerjakan oleh PT. AZB.

Pelapornya adalah Kepala Bidang Pembendaharaan BPKD Kabupaten Simeulue, Irwan Azis. SYN dilapor ke Polres Simeulue, Senin (30/11/2020).

Kelebihan bayar tersebut sebesar Rp.148.725.000. Namun yang dibayarkan SYN ke KAS Daerah Simeulue melalui Bank Aceh hanya Rp.48.725.000.

Setelah mengetahui adanya upaya pemalsuan surat dan penipuan yang sengaja dilakukan SYN, Pihak BPKD melalui Kabid Pembendaharaan Irwan Azis membuat laporan kepada pihak Polres Simeulue untuk ditindaklanjuti secara hukum.

Saat di konfirmasi, Kapolres Simeulue, AKBP Surya Agung Prabowo S I K, melalui Kasat Reskrim, Ipda Muhammad Rizal, membenarkan adanya laporan terkait dugaan pemalsuan surat dan penipuan tersebut.

“Kita telah menerima laporan dari pihak BPKD melalui Kabid Pembendaharaan, bahwa telah terjadi pemalsuan surat dan penipuan pada 2 Juni 2018 yang terjadi di Kantor Pemkab Simeulue, tepatnya di ruang Kasubbid penata usahaan Kabupaten Simeulue, yang dilakukan oleh SYN terhadap korban,” ungkapnya.

“Sebagaimana dimaksud pasal 263 Ayat (1) Jo pasal 378 KUHPidana sesuai laporan polisi-LP.B/55/XI/Res.1.9/2020/Aceh/Res Simeulue, tanggal 30 November 2020,” kata Kasat, Selasa (01/12/2020)

Ia menjelaskan, sepintas kronologis kejadian berdasarkan keterangan dan laporan korban, awalnya pada Rabu 30 Mei 2020 sekira pukul 14.40 WIB.

Saat itu, SYN datang menemui staf korban yaitu pelapor, Kasubdid Penata Usahaan KAS Daerah Di Bidang Pembendaharaan BPKD Kabupaten Simeulue, untuk memberikan bukti Tanda Penerimaan atau Penyetoran yang telah dilakukannya sebesar Rp. 148.725.000

“Penyetoran tersebut dilakukan dikarenakan pada saat SYN mengerjakan proyek peningkatan jalan Ganang Pusako-Kenangan-Suak Manang Kecamatan Salang tidak mencukupi Volume pekerjaan sehingga uang yang awalnya sudah dibayarkan kepada SYN harus dikembalikan ke KAS Daerah,” jelas kasat

Kemudian, sambungnya, pada Juni 2018 korban bersama dengan staf Pelapor melakukan Rekonsiliasi atau pencocokan yang telah dilaporkan dan Pelapor pada saat itu menemukan bahwa didalam Rekening Umum Kas Daerah Kab. Simeulue.

“Uang yang disetor oleh SYN hanya sebesar Rp. 48.725.000 dari hasil Rekonsiliasi tersebut Pelapor merasa keberatan dikarenakan SYN melakukan Pemalsuan Dokumen sehingga merugikan Daerah (Pemda Simeulue),” tambah Kasat

Setelah mengetahui prihal tersebut pihak Inspektorat meminta data pemalsuan dokumen yang dilakukan oleh SYN, data pun diserahkan oleh pelapor kepada Inspektorat. Akan tetapi sampai hari ini belum ada jawaban atas apa yang dilakukan oleh SYN. []

(Editor     | Redaksi)
(Laporan | Kontributor Simeulue)

Advertisement

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

News Feed