oleh

Pergantian Tahun Baru di Aceh Sepi Tanpa Kembang Api

Banda Aceh-Warga Kota Banda Aceh melewatkan malam pergantian tahun baru 2020 tanpa pesta kembang api dan huru hara, karena pemerintah melarang kegiatan tersebut yang dinilai bertentangan dengan syariat Islam

Pada Selasa malam, saat detik-detik pergantian tahun warga Banda Aceh terlihat lebih banyak jalan-jalan dengan kendaraan baik roda dua maupun empat, melintasi jalan-jalan protokol tanpa ada terompet dan atribut perayaan tahun baru lainnya.

“Alhamdulillah kita baru saja memasuki tahun 2020, kita sudah melewati titik kritis pukul 00.00 WIB,” kata Walikota Banda Aceh Aminullah Usman di Banda Aceh, Rabu (1/1).

Aminullah Usman beserta wakilnya, Ketua DPRK Banda Aceh Farid Nyak Umar serta jajaran Forum Komunikasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) Banda Aceh lainnya ikut memantau situasi jelang pergantian tahun baru tersebut, agar masyarakat tidak merayakannya.

Kawasan Simpang Lima yang menjadi pusat berkumpulnya warga menjelang pergantian tahun baru, tidak begitu ramai, hanya terlihat petugas keamanan berjaga-jaga untuk mengantisipasi adanya pesta kembang api.

Pemko Banda Aceh juga telah jauh hari mengimbau kepada warga Banda Aceh untuk tidak mengadakan kegiatan dalam bentuk apapun untuk merayakan malam tahun baru.

“Alhamdulillah masyarakat Kota Banda Aceh sudah sangat memahami bahwa penyambutan tahun baru tidak sesuai dengan syariat Islam, tidak sesuai dengan adat istiadat dan budaya kita,” katanya.

Kemudian untuk mengantisipasi adanya pesta kembang api, ratusan petugas yang terdiri dari Wilayatul Hisbah (WH), personel Polresta Banda Aceh, serta anggota TNI berjaga-jaga di sejumlah titik wilayah Kota Banda Aceh.

Kapolresta Banda Aceh Kombes Pol Trysno Riyanto mengatakan daerah Kota Banda Aceh berhasil diamankan berkat kerjasama seluruh Forkopimda serta komponen masyarkat, maka dalam operasi lilin 2019, dan tidak ada loporan terkait gangguan kamtibmas.

Kata dia, untuk malam pergantian tahun baru itu Polresta Banda Aceh mengerahkan personil sebanyak 480 orang untuk mengamankan sejumlah titik di wilayah Banda Aceh, serta Aceh Besar yang masuk dalam wilayah hukum Polresta Banda Aceh.

“Kita pusat (pengamanan) di Simpang Lima. Sampai saat ini, pukul 00.00 WIB ini tidak ada laporan terkait dengan ganggun khamtibmas, balapan liar, konflik keributan tidak ada, lalulintas padat tapi tetap tertib,” katanya. []

(Sumber | ACEH.ANTARANEWS.COM)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

News Feed