oleh

Pers Diminta Tenangkan Masyarakat, Pasien Covid-19 Bisa Sembuh Sendiri!

Laporan | Hendra Sukmana

Banda Aceh-Media Pers diminta untuk dapat menenangkan masyarakat terkait penyampaian informasi seputar ancaman penyebaran Virus Corona (COVID-19) di Provinsi Aceh.

Hal ini disampaikan Direktur Rumah Sakit Umum Zainal Abidin (RSUDZA) Dr dr. Azharuddin. Sp,OT K-Spine, FICS, dalam Konferensi Pers, Jum’at (20/3/2020), di ruang Auditorium RSUZA Banda Aceh. “Boleh saja memberikan informasi, tetapi lebih bersifat positif,” ujarnya.

Dijelaskan, dalam hal penanganan Covid-19 berdasarkan leading sector masing-masing sesuai keahliannya begitupun alur proses penanganannya.

“Saat ini, RSUZA baru ada enam ruang isolasi yaitu satu kamar dihuni satu orang pasien. Namun sesuai Permenkes, RSUZA diwajibkan memiliki ruang isolasi sebanyak 12 kamar dan sedang dipersiapkan,” terangnya menyebutkan.

Menurutnya, Pemerintah sedang mempersiapkan regulasi VIC yang bisa berkordinasi dengan RSUZA, berguna untuk komunikasi apa layak apa tidak pasien untuk di isolasi.

Di Aceh, sebut dia, ada enam pasien terjangkit meskipun tidak positif tetapi lebih kearah kehati-hatian untuk melakukan penanganan di rumah. Ia meminta, jika tidak begitu parah, penanganannya dapat dilakukan di rumah, artinya masyarakat tidak perlu panik.

Pasien Covid Bisa Sembuh Sendiri

Dokter Spesialis Paru RSUZA Banda Aceh, dr. Herry Priyanto, Sp.P(K) FISR, FAPSR. (FOTO | HENDRA SUKMANA/PENAPOST.ID)

Dokter spesialis paru RSUZA, dr. Herry Priyanto, Sp.P(K) FISR, FAPSR, mengatakan Covid-19 bisa sembuh sendiri jika sakit. Pihaknya mengaku bisa melihat dari data-data secara dunia, Indonesia 8 persen angka kematian.

“Gejala Covid-19 terjadi seperti batuk-batuk dan jaraknya dua meter. Virus ini masuk melalui saluran pernafasan, virus ini sama dengan influenza biasa yaitu batuk pilek, demam, gatal tenggorokan dan sesak pernafasan,” katanya menjelaskan.

Dia juga mengatakan, virus ini terjadi apabila daya tubuh rendah dan berkembang dan menyerang saluran pernafasan bagian bawah hingga ke rongga ilusasi paru-paru, sehingga bisa menyebabkan kematian.

“Dan yang kerap terjadi di usia rata-rata diatas 60 tahun. Pasien bisa melakukan isolasi di rumah tanpa harus di rumah sakit. Karena itu jangan terlalu panik,” katanya lagi.

Seharusnya, sebut Dr Heri, pihak luar (daerah) tidak harus melakukan berobat ke daerah lain, sebab dokter setempat bisa juga menanganinya. Apakah pasien tersebut ODP atau PDP, sehingga bisa ditangani di rumah sakit daerahnya.

“Tidak harus berbondong-bondong berobat ke rumah sakit daerah lain. Artinya tidak harus semua penderita Covid-19 ke RSUZA bisa kerumah sakit setempat,” sebutnya.

Berdasarkan data RSUZA, Pasien Dalam Pengawasan (PDP) 26 Orang, dan sudah dipulangkan 24 sementara dalam perawatan 2 orang. Selanjutnya, Swab 23 orang dan 11 orang dinyatakan negatif terjangkit. []

(Editor | Redaksi)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

News Feed