oleh

Pesan Pasien Sembuh Corona di Aceh: Jangan Remehkan Masker

banner 728x90

Banda Aceh-Pasien terakhir positif corona covid-19 di Aceh berinisial AJ (60 tahun), tak kuasa menahan haru saat pihak Rumah Sakit Umum Zainoel Abidin (RSUZA), Banda Aceh, mengumumkan dirinya telah sehat dan negatif corona.

RSUZA menyatakan AJ, mulai Senin, 13 April 2020 sudah bisa pulang ke rumahnya, setelah 20 hari menjalani perawatan di rumah sakit pelat merah itu. Kepulangannya juga diantar langsung oleh petugas medis ke rumahnya di Desa Lampaseh, Kota Banda Aceh.

AJ memiliki riwayat berpergian dari Padang, Sumatera Barat, dan transit ke Medan, lalu tiba di Banda Aceh pada 9 Maret 2020. Selama dalam perjalanan itu, ia mengakui bahwa kesehatannya biasa-biasa saja dan tidak ada gejala apapun.

Gejala itu muncul ketika ia memeriksa kesehatannya ke RSUZA. Lima hari dirawat, ia dibolehkan pulang, sembari menunggu hasil swab dari Jakarta tiba. Tak berselang lama, AJ kembali mendatangi rumah sakit untuk memeriksa keluhan demam, batuk dan penyakit penyerta lainnya. Di waktu bersamaan hasil swab keluar, dan AJ dinyatakan positif corona.

AJ bahkan tidak mengetahui kapan dan di mana ia terjangkit virus corona tersebut. Menurutnya, selama melakukan perjalanan ke luar kota, kondisi tubuhnya sehat.

“Awalnya saya tidak ada gejala apa-apa. Naik pesawat pun tidak ada apa-apa, kemudian hasil swab tiba-tiba positif. Dapatnya (tertular) itu saya tidak tahu di mana, di jalan atau di manalah,” kata AJ, saat hendak pulang ke rumahnya dari RSUZA, Senin, 13 April 2020.

AJ tidak sendiri. Virus corona yang telah menjangkitinya juga menular ke istrinya IF (60 tahun). Hanya saja, sang istri sudah dinyatakan sembuh, sepekan lalu.

Meski sudah dinyatakan sehat dan negatif corona, AJ berpesan kepada masyarakat untuk tetap menjaga pola hidup sehat, mencuci tangan, menggunakan masker dan menjaga jarak.

Kata dia, meskipun badan sehat, bukan berarti tidak bisa terpapar virus corona. “Jangan percaya diri kalau kita ini sehat, datangnya ini (virus corona) kita tidak tahu. Saya berpesan agar semua warga tidak meremehkan penggunaan masker,” ujar dia.

Direktur RSUZA, Azharuddin, meminta warga untuk tetap waspada. Bukan tidak mungkin, kata dia, orang yang sehat juga bisa tertular penyakit ini.

“Jangan bangga dulu yang sehat, yang kita takutkan adalah, kita bisa menularkan kepada orang lain, meskipun kita merasa normal,” ujarnya. []

(Sumber | VIVANEWS.COM)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

News Feed