oleh

Peserta Ujian Paket C Diminta Tak Tergiur Calo

Aceh Tamiang-Masyarakat di Kabupaten Aceh Tamiang diminta untuk tidak tergiur dengan ulah calo dalam prosesi ujian pendidikan kesetaraan Paket C.

Permintaan itu disampaikan Kepala Satuan Pendidikan Non Formal Sanggar Kegiatan Belajar (SPNF – SKB) Kabupaten Aceh Tamiang, Supartik, S.Pd kepada PENAPOST. ID diruang kerjanya, Kamis (08/04/2021).

“Ujian Nasional Pendidikan Kesetaraan Paket C, pesertanya terlebih dahulu terdaftar dan mengikuti proses pembelajaran pendidikan kesetaraan” tegas Supartik yang didampingi oleh Wakil Kepala SPNF-SKB Kabupaten Aceh Tamiang, Ade Kurniawan, S.Pd.

Menurut Supartik, Pendidikan Kesetaraan Paket C ada aturan yang mesti diikuti oleh para peserta dalam sistem pendidikan.

“Sekarang semakin tertib dengan menggunakan data pokok pendidikan (Dapodik). Pelaksanaannya juga sekali saja. Nilai rapor per semester peserta didik pendidikan kesetaraan harus masuk Dapodik sehingga mereka harus mengikuti proses pembelajaran,” tegasnya.

Ia menyampaikan penegasan ini perlu diketahui oleh masyarakat secara luas agar tidak tergiur dengan para ‘Calo’ yang menjanjikan Ijazah Paket C.

“Ijazah Paket C itu ada proses pembelajarannya. Bukan saat digelar Ujian Paket C baru peserta mendaftar. Di Satuan Pendidikan Non Formal Sanggar Kegiatan Belajar (SPNF-SKB) itu tidak berlaku,” tegasnya kembali.

Dikisahkan dia, sebelum pelaksanaan Ujian Pendidikan Kesetaraan Paket C yang digelar pada tanggal 5 – 9 April 2021, banyak yang menelpon dirinya agar dapat diikutkan sebagai peserta ujian.

“Kita jelaskan ke mereka, bahwa peserta ujian adalah peserta didik yang sebelumnya mengikuti proses pembelajaran,” ungkapnya.

Supartik juga menjelaskan bahwa pelaksanaan Ujian Pendidikan Kesetaraan Paket C pada tahun lalu yang dilaksanakan oleh Satuan Pendidikan Non Formal Sanggar Kegiatan Belajar (SPNF-SKB) tidak dipungut biaya.

“Untuk tahun ini kita ada biaya Rp. 300.000,- / tahun untuk satu peserta. Biaya itu kalau kita hitung perbulan hanya Rp. 25.000,- / peserta Pendidikan Kesetaraan Paket C,” jelasnya.

Untuk itu sambungnya pihaknya menghimbau agar para peserta Pendidikan Kesetaraan Paket C tidak tergiur dengan para ‘Calo’ yang menjamin mendapatkan Ijazah Paket C tanpa mengikuti proses pembelajaran langsung dapat mengikuti ujian.

“Kan sayang nanti Ijazah Paket C – nya tidak terdaftar di Data Pokok Pendidikan (Dapodik). Semua nilai rapor per semester peserta didik Pendidikan Kesetaraan Paket C harus masuk Dapodik,” tegasnya mengakhiri. []

(Editor     | Redaksi)
(Laporan | Erwan)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

News Feed