oleh

Polisi Didesak Ungkap Kasus Pengancaman Wartawan MODUS ACEH

banner 728x90

Laporan | Azhar Sigege

Banda Aceh-Aparat Kepolisian terus didesak untuk mengungkap dugaan pengancaman terhadap Aidil Firmansyah, (25), Wartawan Tabloid MODUS ACEH dan Portal Berita MODUSACEH.CO, liputan Aceh Barat dan Nagan Raya.

Permintaan tersebut disampaikan Ikatan Jurnalis Televisi Indonesia (IJTI) Aceh dan Aliansi Jurnalis Indonesia (AJI) Banda Aceh, Senin, 6 Januari 2020, di Banda Aceh.

Diketahui, dugaan pengancaman itu dilatarbelakangi oleh pemberitaan yang tayang di modusaceh.co beberapa jam sebelum korban diancam.

Dalam bekerja jurnalis dilindungi Undang-undang No 40 Tahun 1999 Tentang Pers. Seperti yang diatur dalam Pasal 4, bahwa negara menjamin kebebasan pers.

Sedangkan pelaku kekerasan dan penghalang-halangan kerja jurnalis dapat dijerat dengan pasal 18 ayat 1. Setiap orang yang secara melawan hukum dengan sengaja melakukan tindakan yang berakibat menghambat atau menghalangi kerja jurnalistik dapat dikenakan pidana penjara paling lama 2 (dua) tahun atau denda Rp 500 juta.

Selain itu, pelaku juga dapat dijerat dengan Pasal 368 KUHP tentang pengancaman dan pasal lainnya yang menyangkut dengan kepemilikan senjata api.

Itu sebabnya, IJTI Aceh dan AJI Banda Aceh menyatakan:

1.Menuntut pelaku mempertanggungjawabkan ancamanya sesuai aturan hukum yang berlaku, karena telah menyebabkan ketakutan, kekhawatiran dan mengganggu mental/psikis korban dalam menjalankan profesinya sebagai jurnalis

2. Mendesak kepolisian berperan aktif mengusut kasus tersebut hingga tuntas dengan menyeret pelakunya ke muka hukum atau pengadilan.

3. Polisi juga diminta menjamin keselamatan bagi korban atas ancaman dari pelaku yang tinggal satu daerah.

4.Meminta semua pihak menjamin hak-hak jurnalis dalam menjalankan profesianya di lapangan. []

(Editor | Redaksi)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

News Feed