oleh

Polisi Lumpuhkan Perampas Uang Rp230 Juta Milik Pedagang

Banda Aceh-Satuan Reserse Kriminal Polresta Banda Aceh, di paksa untuk melumpuhkan satu dari dua tersangka yang merampas uang sebesar Rp 320 Juta hasil penjualan dan satu unit sepeda motor milik Zulmaidi (42), seorang pedagang warga Kecamatan Darul Imarah, Aceh Besar, Senin (13/4/2020) malam.

Kapolresta Banda Aceh, Kombes Pol Trisno Riyanto, SH didampingi Kasat Reskrim AKP M. Taufiq, SIK MH mengatakan, tersangka dilumpuhkan lantaran berupaya melawaan saat ditangkap petugas. Tersangka masing-masing berinisial HUS alias MI (31), MM alias Amar (20).

“Satu orang lagi adalah EL (33), isteri siri dari HUS alias MI yang ikut menikmati hasil kejahatan. Korban adalah mantan majikan salah satu pelaku” kata Trisno, Senin (04/05/2020).

Kejadian itu, kata dia, berawal saat korban kembali dari tokonya menuju rumah dengan membawa hasil penjualannya menggunakan sepeda motor miliknya. Tiba-tiba dua orang pelaku menggunakan sebo dari tempat persembunyian melompat ke arah korban dengan tujuan agar korban terjatuh.

“Namun, saat itu korban dan pelaku terjadi perlawanan, sehingga salah satu pelaku mengalami luka di bagian telinga, dan pelaku berhasil melarikan sepeda motor serta uang yang disimpan dalam bagasi,” tutur Kapolresta didampingi Kanit Jatanras Ipda Krisna Nanda Aufa, S.Trk dan Kasubbag Humas Iptu Hardi, SH.

“Uang milik korban itu dari hasil penjualannya selama seminggu di toko Teuka Baru di Darul Imarah, Aceh Besar,” tambah Kapolresta.

Sesuai dengan Laporan Polisi Nomor LP.B /179/IV/yan.2.5/2020/SPKT tanggal 14 April 2020 tentang perampasan yang merugikan korban sebesar Rp 336 juta, polisi lalu melakukan penyelidikan untuk mengungkap kasus tersebut.

Berdasarkan barang bukti yang tertinggal di TKP berupa sendal jepit dan kantong plastik warna hitam milik pelaku, polisi akhirnya menemukan titik terang.

Setelah menemukan titik terang, personil melakukan penangkapan terhadap MM alias Amar (20) warga Aceh Besar yang ikut serta melakukan aksi kejahatan pada malam tersebut. “Tersangka ditangka pada Kamis (28/4/2020) sekitar jam 23.00 WIB di rumahnya,” kata TRisno.

Dari hasil keterangan MM, polisi lalu bergerak menuju ke rumah HUS di Komplek perumahan Arab Saudi, Miruk, Kecamatan Darussalam, Aceh Besar, Jumat (29/4/2020) dini hari.

“Petugas juga mengamankan isteri pelaku yang telah menikmati hasil kejahatan yang dilakukan oleh suaminya tersebut serta barang bukti lainnya dari hasil kejahatan yang dilakukannya,” kata Trisno.

Saat pelaku HUS dibawa oleh petugas, tersangka melakukan perlawanan. Sehingga, petugas melakukan tindakan tegas dan terukur untuk melumpuhkan pelaku.

“Pelaku kemudian dibawa ke Rumah Sakit Bhayangkara untuk dilakukan tindakan medis,” katanya.

Pelaku HUS dan MM dijerat dengan pasal 365 KUHP ayat 1 dan 2 KUHP dengan ancaman 12 tahun penjara.
“Sementara itu isteri HUS alias MI dijerat dengan Pasal 480 KUHP dengan ancaman hukuman 4 tahun penjara,” katanya. []

(Editor | Redaksi)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

News Feed