oleh

PPDB 2020, Pusdatin Kemendikbud Sediakan Bantuan Teknis Bagi Daerah

Di tengah pandemi COVID-19, Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) tahun ajaran 2020-2021 sudah kembali dibuka. Berdasarkan data dari Kemendikbud, diproyeksikan ada sekitar 10,9 juta calon peserta didik Sekolah Dasar (SD), Sekolah Menengah Pertama (SMP), Sekolah Menengah Atas (SMA), dan Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) yang akan mengikuti PPDB.

Namun, angka positif COVID-19 yang setiap harinya masih bertambah membuat PPDB tahun ini dilaksanakan secara daring dan luring. Ini sesuai dengan Surat Edaran Mendikbud Nomor 4 Tahun 2020, tentang Pelaksanaan Kebijakan Pendidikan dalam Masa Darurat Penyebaran COVID-19. Merujuk pada kebijakan tersebut, Plt. Direktur Jenderal PAUD, Pendidikan Dasar, dan Pendidikan Menengah, Hamid Muhammad, mengatakan bahwa Pusat Data dan Informasi (Pusdatin) Kemendikbud juga telah menyediakan bantuan teknis bagi daerah dan sekolah yang memerlukan bantuan teknis mekanisme PPDB selama masa pandemi.

“Pusdatin diminta untuk menyediakan bantuan teknis bagi daerah yang memerlukan mekanisme PPDB daring. Untuk sementara ini, yang dilayani fokus ke kabupaten kota, jadi SD dan SMP, karena provinsi relatif sudah online selama ini,” ujar Hamid dalam acara Bincang Sore di kanal Youtube Kemendikbud RI, Selasa (2/6).

Bantuan diberikan karena berdasarkan data yang diperoleh Kemendikbud, masih banyak wilayah yang belum punya akses memadai untuk mendapatkan informasi mengenai petunjuk teknis pelaksanaan PPDB di masa pandemi.

“Berdasarkan data yang kami himpun dari tim perwalian yang ada di setiap daerah, yang sudah menerbitkan kebijakan PPDB, dari 514 kabupaten/kota, ada 317 (yang sudah menerbitkan). Dan yang bisa melaksanakan PPDB secara online atau daring, ada 241 kabupaten/kota. Selebihnya masih di luar jaringan (luring),” jelasnya.

Bantuan yang diberikan Pusdatin Kemebdikbud meliputi bantuan untuk layanan data dan aplikasi untuk PPDB. Layanan data tersebut merupakan data awal Peserta Didik Usia Dini (PAUD), siswa kelas 6 SD/Madrasah Ibtidaiyah, siswa kelas 9 SMP/Madrasah Tsanawiyah, serta peserta didik Sekolah Luar Biasa (SLB) di tingkat kabupaten/kota atau provinsi, yang bersumber dari Data Pokok Pendidikan (Dapodik) Kemendikbud dan Education Management Information System Kementerian Agama.

Untuk aplikasi, Pusdatin memberikan bantuan berupa layanan aplikasi PPDB daring, terutama bagi daerah yang belum memiliki sistem daring yang memadai. Dalam praktiknya, tim Pusdatin Kemendikbud juga akan melakukan pendampingan yang juga dilakukan secara daring, kepada pemerintah daerah ketika terjadi kendala saat penggunaan aplikasi PPDB.

“Ada 177 kabupaten/kota yang dibantu sistem PPDB daring oleh Pusdatin,” ungkap Hamid.

Dalam bincang-bincang mengenai PPDB 2020 ini, sekolah yang tidak memungkinkan mengadakan PPDB daring, diperbolehkan untuk melaksanakannya secara luring atau kehadiran langsung. Dengan syarat, harus tetap menerapkan protokol pencegahan COVID-19, seperti memakai masker, menyediakan hand sanitizer, serta menerapkan physical distancing selama proses pendaftaran.

Untuk informasi lebih lanjut bantuan teknis layanan PPDB daring, pemerintah daerah dan sekolah dapat mengakses laman https://ppdb.kemdikbud.go.id. Dan bagi Anda yang juga ingin tahu lebih lanjut mengenai pelaksanaan PPDB di masa pandemi ini, Anda bisa melihatnya melalui infografis PPDB 2020, atau menyaksikannya di Bincang Sore yang bisa diakses melalui kanal Youtube Kemendikbud RI. []

(Sumber | KUMPARAN.COM)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

News Feed