oleh

Prokes di Pasar Tradisional Masih Rendah

Aceh Tamiang-Pasar tradisional merupakan salah satu kawasan yang disebut menjadi salah satu lokasi penyebaran dan penularan wabah Coronavirus Disease (COVID-19), karena kebanyakan pedagang dan pembeli tidak mematuhi protokol kesehatan.

Pantauan PENAPOST.ID, Selasa (20/10/2020) pada Pasar Pekanan Hari Selasa di Simpang Empat Upah Kecamatan Karang Baru, tampak sejumlah pedagang tidak mengenakan masker, padahal pasar ini sendiri dilakukan sosialisasi oleh Tim Gabungan Satgas Pencegahan dan Penanganan Covid-19 Kabupaten Aceh Tamiang.

Sosialisasi himbauan untuk para pedagang harus mengikuti Protokuler Kesehatan dan menjalankan 3M (Mencuci Tangan, Menggunakan Masker dan Menjaga Jarak).

Para pedagang yang beraktifitas ini tidak menyadari bahwa penularan terjadi akibat minimnya penerapan protokol kesehatan, mereka abaikan dan menganggap hal yang sepele terhadap bahaya Virus Corona.

Sejumlah pedagang yang ditemui PENAPOST.ID mengungkapkan alasan mereka memilih tidak memakai masker karena merasa tidak nyaman ketika melakukan aktifitas dagangnya kepada para pengunjung.

“Gak biasa aja, kurang enak kalau bicara. Takut virus ya gak tahu juga,” ucap perempuan paruh baya sembari menawarkan dagangannya.

Disejumlah kawasan Pekanan Pasar Tradisional hari Selasa tersebut, tidak saja mereka yang enggan memakai masker, bahkan terlihat para pedagang dan pembeli yang memakai masker tapi tidak yaitu memakai sebagaimana mestinya.

Seperti pedagang yang dijumpai dipelantaran yang berbeda. Sebut saja Bang Adon yang mengenakan masker hanya sebatas dibawah mulut saja.

“Saya pakai masker ne buktinya. Cara pakai ya seperti ini. ya supaya gampang berbicara dengan para pengunjung dan kalau merokok kan gak payah buka lagi,” sebutnya sembari tersenyum.

Menanggapi kondisi tersebut, Wakil Sekretaris Satgas Pencegahan dan Penanganan COVID-19 Kabupaten Aceh Tamiang, Syahri, SP mengatakan sosialisasi memakai masker, mencuci tangan dan menjaga jarak terus digencarkan. Bahkan sasaran utamanya adalah tempat-tempat umum termasuk pasar tradisional.

“Masyarakat harus dapat memahami akan bahaya Virus Corona yang saat ini sedang melanda. Salah satu cara pencegahan penyebaran ya guna masker atau sekarang lebih dikenal 3M (Mencuci Tangan, Menggunakan Masker dan Menjaga Jarak),” jelasnya.

Syahri yang juga merupakan Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Aceh Tamiang menjelaskan kebanyakan para pedagang mengambil keputusan menggunakan masker atau tidak, itu menunggu apa yang dilakukan oleh pedagang yang lain.

“Jadi kalau dia lihat pedagang di depannya atau sampingnya menggunakan masker, maka dia juga akan menggunakannya,” sebutnya berdasarkan pantauan dilapangan.

Kemudian sambung Syahri, alasan para pedagang biasanya mengatakan belum terbiasa menggunakan masker. Hal ini karena dipengaruhi belum tertanamnya kebiasaan di kalangan pedagang pasar.

“Untuk itu kita akan terus gencar dan menambah intensifitas untuk melakukan sosialiasi secara terus menerus. Bagi kedapatan tidak menggunkan masker akan kita akan beri sangsi ringan yang intinya agar semua orang paham akan pentingnya menggunakan masker,” ungkapnya.

Dirinya menghimbau kepada semua orang termasuk para pedagang dan pembeli sama-sama memakai masker untuk melindungi.

“Semua orang harus dapat mensosialisasikan betapa pentingnya menggunakan masker. Dengan masker kita akan melindungi orang lain dari bahaya penularan Covid-19 begitu juga sebaliknya masker orang lain juga akan melindungi kita,” sebutnya mengakhiri. []

(Editor | Redaksi)

(Laporan | Erwan)

 

Advertisement

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

News Feed