oleh

Rakit Bambu, Inovasi DLHK3 Banda Aceh Halau Sampah di Sungai

Banda Aceh-Dinas Lingkungan Hidup Kebersihan dan Keindahan Kota (DLHK3) Banda Aceh, terus berkerja keras dan menciptakan inovasi baru, guna menangani permasalahan sampah yang kian menghawatirkan.

Teranyar, dinas yang dinahkodai Jalaluddin, ST., MT, membuat rakit bambu guna menghalau sampah di sungai. Rakit bambu dengan lebar 50 centimeter ini nantinya, akan diletakkan dengan kemiringan 30 derjat membentang sungai.

Diharapkan, sampah yang mengaliri sungai akan tersangku di rakit bambu tersebut secara terpusat. Sehingga, memudahkan petugas dari DLHK3 Banda Aceh, mengambilnya untuk diangkut ke Tembat Pembungan Akhir (TPA).

“Untuk percobaan, kita lakukan di Krueng Doy dan Krueng Daroy. Kita harapkan berhasil dan akan kita lakukan juga pada sungai-sungai lain di Kota Banda Aceh,” ungkap Plt DLHK3 Banda Aceh, Jalaluddin, disela-sela membantu membuat rakit tersebut, di Gampong Tibang, kecamatan Syiah Kuala, Kota Banda Aceh, Sabtu, 3 Agustus 2019 sore.

Menurut Jalaluddin, ide pembuatan rakit bambu sebagai alat penahan sampah, muncul saat bincang-bincang dengan warga. Begitupun, penbuatannya tidak memerlukan biaya besar, dan bisa dikerjakan oleh petugas kebersihan.

Lalu, material bambu juga bisa diperoleh dengan mudah serta harga yang terjangkau. “Inilah salah satu upaya kita untuk membersihkan sungai. Ini saya rasa solusi yang paling sederhana. Kalau kita buat dari kontruksi kan jadi mahal. Ini kan bambu saya ambil di Krueng Raya, Aceh Besar,” ujarnya.

Jalaluddin menjelaskan, sungai merupakan tempat paling mudah bagi warga untuk membuang sampah. Itu sebabnya, saat air pasang, genangan sampah akan terjadi disetiap sungai di Kota Banda Aceh.

Sehingga, membuat pemandangan jadi jorok. Apalagi, kata Jalaluddin, saat ini, Pemerintah Pusat telah membuat kebijakan dan sedang giat-giatnya, mensosialisakan agar membersihakn sampah dari sungai.

Pelepasan rakit bambu, di Gampong Tibang, Kecamatan Syiah Kuala, Kota Banda Aceh, Sabtu, 3 Agustus 2019 sore. (FOTO | KONTRIBUTOR BANDA ACEH/PENAPOST.COM)

“Terutama di Lampaseh, saat air pasang, maka akan banyak sampah. Ditarok, melintangi sungai. Kalau air naik, rakit ini akan naik. Kalau, air turun maka sampah plastik ini akan menyangkut. Dan, juga petugas bisa naik keatas rakit ini untuk mengambil sampah, karena sampai lima batang,” ungkapnya.

Menurutnya, ini juga bukan jaminan sungai –sungai di Kota Banda Aceh akan terbebas dari sampah. Mutlak, diperlukan partisifasi warga, dengan harapan tidak lagi membuang sampah ke sungai.

“Saya melihat, partisifasi warga terhadap pemberdayaan sampah masih kurang. Tapi ada, belum maksimal. Kalau masyarakat tidak terlibat agak berat. Tidak akan tuntas. Sumber sampah kan di rumah,” ungkapnya.

Dalam melakukan sosialisasi sampah, katanya lagi, DLHK3 Banda Aceh terus mengunjungi warga, terutama yang tinggai di pinggir sungai. Petugas mengajarkan warga, untuk memisahkan sampah organik dan anorganik, guna penanganan sampah lebih baik.

“Kita terus melibatkan masyarakat dalam edukasi dan sosialisai. Minggu lalu, kita sudah lakukan sosialisasi di Krueng Aceh, Daroy, Lampaseh, bahwa sungai itu penting. Jangan buang sampah ke sungai, kita juga mengajarkan warga cara memilah sampah,” harap Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang Kota Banda Aceh ini. []

(Editor | Redaksi)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

News Feed