oleh

Rekam Jejak Purnawirawan TNI AD dalam 2 Periode Kepengurusan PSSI

NAMA Wakil Ketua Umum PSSICucu Somantri sedang ramai jadi bahan perbincangan di media massa Indonesia. Pria yang juga menjabat sebagai Direktur PT Liga Indonesia Baru (LIB) itu mendapat serangan dari bawahannya sendiri.

Tiga petinggi PT LIB, yakni Direktur Operasional, Sudjarno, Direktur Bisnis, Rudy Kangdra, dan Direktur Keuangan, Anthony Chandra Kartawira berkirim surat kepada para pemegang saham. Mereka resah dengan situasi internal perusahaan saat ini.

Dalam poin kedua surat tersebut ditekankan mengenai banyaknya pengambilan keputusan yang dimonopoli oleh Cucu. Mulai dari keuangan, sponsor dan lain-lainnya tanpa melalui rapat direksi.

“Praktek monopoli dan pengambilan keputusan secara sepihak tersebut telah menimbulkan keresahan di kalangan internal perseroan dan dikhawatirkan dapat menimbulkan demoralisasi di kalangan karyawan dan berpotensi menimbulkan permasalahan hukum yang dapat merugikan perseroan di kemudian hari.”

Kebenaran surat ini awalnya diragukan. Meski menggunakan kop surat PT LIB, tapi tak ada keteranagan nomor seperti surat-surat sebelumnya. Rudy yang namanya tercantum di sana akhirnya membenarkan adanya surat tersebut.

“Surat itu benar. Sebenarnya kami menyampaikan itu ke para pemegang saham dan PSSI. Penyampaian kita sebenarnya keadaan internal perusahaan. Bagaimana keadaannya. Semoga pemegang saham peduli dan PSSI juga,” tutur Rudy ketika dihubungi, Kamis 7 Mei 2020.

Surat yang bertendensi sebagai mosi tidak percaya kepada Cucu ini menarik jika dilihat lagi ke belakang. Karena Rudy dan Sudjarno pernah terang-terangan mengungkap Cucu melakukan nepotisme di PT LIB.

Anak kandung Cucu, yakni Aditya Pradana diangkat menjadi General Manager PT LIB. Menurut Rudy dan Sudjarno, prosesnya tidak betul, karena tanpa melalui rapat direksi.

Saat PT LIB sedang dalam sengkarut seperti ini, Ketua Umum PSSI, Mochamad Iriawan tidak memberi respons signifikan. Padahal Cucu juga wakilnya di sana.

Iriawan dan Cucu sudah bersama sejak mencalonkan diri untuk PSSI. Mereka melakukan kampanye bersama dengan bertemu pemangku kepentingan sepakbola daerah. Keduanya juga pernah sama-sama bertugas di Lembaga Ketahanan Nasional (Lemhanas).

FOTO | VIVA.CO.ID

Melihat posisi Cucu yang sekarang terpojok, mengingatkan kepada situasi yang dialami Edy Rahmayadi ketika menjadi Ketum PSSI periode 2016-2020. Belum habis masa baktinya, dia harus mengundurkan diri pada 2019.

Edy ketika itu sudah terpilih sebagai Gubernur Sumatera Utara. Dia didesak banyak pihak untuk mengundurkan diri sebgai Ketum PSSI agar tidak terpecah fokusnya.

Ditambah lagi PSSI ketika itu sedang dilanda masalah. Satgas Antimafia Bola yang dibentuk oleh Polri mulai menjaring beberapa orang yang terbukti terlibat pengaturan skor.

Hingga akhirnya pada Kongres Tahunan PSSI 2019 di Bali, mantan Panglima Kostrad itu mengajukan pengunduran diri. Dia berharap jalan PSSI ke depan lebih mulus lagi.

“PSSI adalah pemersatu anak bangsa, jangan sampai karena satu dua orang PSSI terganggu. Kita doakan PSSI lebih baik jika dipimpin yang berikutnya,” ujarnya. []

(Sumber | VIVA.CO.ID)

Advertisement

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

News Feed