oleh

SAKESAKU dari Generasi Milenial di Kota Petro Dolar

banner 728x90

Satu Kelas Satu Buku (SAKESAKU) buah karya siswa dii SMA Negei 1 Muara Batu, Aceh Utara, setidaknya menjadi contoh bagi daerah lainnya, terkhusus di Provinsi Aceh.  Daerah yang dikenal sebagai kota petro dolar ini bukan hanya mempunyai kekayaan alam saja. Lebih dari itu, daerah penghasil Souvenir ini juga begitu peduli terhadap dunia pendidikan.

Satu Kelas Satu Buku atau SAKESAKU ini sekaligus sebagai pergerakan literasi di sekolah. Gunanya agar lebih dapat meningkatkan kepedulian terhadap pendidikan, khususnya layanan pendidikan berbasis literasi, dalam rangka membangun kualitas generasi Aceh dan kualitas pendidikan Aceh yang lebih baik.

Satu Kelas Satu Buku atau SAKESAKU karya siswa yang diprakarsai oleh keluarga besar SMA Negeri 1 Muara Batu, Aceh Utara, dilaunching oleh Kepala Dinas Pendidikan Aceh, Drs. Rachmat Fitri HD, MPA.

Ditengah kesibukannya sebagai Kepala Dinas Pendidikan Aceh, Rachmat Fitri, tetap menyempatkan diri untuk melaunching program tersebut. Ia menilai, untuk meningkatkan minat baca-tulis perlu dimulai sejak dini dan yang paling utama dimulai dari lingkungan keluarga dengan sasaran literasi anak-anak usia dini.

“Sehingga menjadi suatu kebiasaan seiring pertumbuhan usia generasi sampai mereka dewasa. Kebiasaan yang telah melekat pada diri anak akan berlanjut ketika mereka memasuki sekolah, sehingga sangat terbantu dalam proses belajar mengajar di sekolah dalam memahami pelajaran dengan pengetahuan dan wawasan yang luas dari hasil membaca,” tuturnya.

Kepala Dinas Pendidikan Aceh ini juga mengatakan, sehubungan dengan peluncuran Gerakan Litwerasi sekolah, Kementerian dan Kebudayaan melalui permendikbud No. 21 tahun 2015 tentang penumbuhan budi pekerti, Dinas Pendidikan Aceh mendukung penuh program literasi yang dilaksanakan dilingkungan pendidikan seluruh Aceh.

Pada Kesempatan itu Kadisdik Aceh mengucapkan selamat kepada SMA Negeri 1 Muara Batu yang telah menghadirkan SAKESAKU (Satu Kelas Satu Buku), sebagai upaya untuk meningkatkan budaya baca-tulis di kalangan siswa.

“Dan terimakasih kepada IGI Aceh Utara dan Propinsi yang telah berkontribusi mendukung program literasi salah satunya menggagas program SAKESAKU ini, sehingga program ini telah dimulai oleh SMA Negeri 1 Muara Batu mulai dari tahun 2017 sampai saat ini, dan ditandai dengan lahirnya sejumlah buku karya siswa seperti yang kita saksikan hari ini. Semoga program ini tidak hanya produktif di SMA Muara Batu, namun dapat menjadi contoh dan diterapkan di sekolah-sekolah lain,” harapnya. (Advertorial)

 

 

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

News Feed