oleh

Santri Pesantren Terpadu Ibdaul Islam Terapkan Prokes

Aceh Tamiang-Sedikitnya 383 Santri Pesantren Terpadu Ibdaul Islam, Kampung Paya Ketenggar, Kecamatan Manyak Payed, Kabupaten Aceh Tamiang melakukan proses belajar mengajar dengan menerapkan Protokol Kesehatan (Prokes), terutama ketika berlangsungnya proses belajar dengan menerapkan pemakaian masker dan menjaga jarak.

Sementara untuk pendidikan formal yaitu sekolah tingkat Madrasah Tsanwaiyah (Mts) dan SMA pada Pesantren tersebut tidak dilaksanakan secara tatap muka, tetapi proses belajar melalui luring (luar jaringan) selama pandemi COVID-19.

Untuk belajar luring dimana para guru pengajar hadir bertemu dengan siswa untuk memberikan materi belajar dengan keesokan harinya kembali hadir mengambil tugas yang diberikan sebelumnya serta memberikan tugas baru lagi.

Pimpinan Pesantren Terpadu Ibdaul Islam, Tgk. Saiful Mahdi, S.Pd.I kepada Media ini, Kamis (29/10/2020) di Pondok Pesantren tersebut mengatakan, saat ini santrinya sudah mencapai 383 orang.

“Selama pandemi COVID-19, para santri di lockdown tidak dibolehkan keluar dari lokasi pesantren, kecuali ada hal-hal mendesak serta diketahui oleh pihak pesantren,” tegasnya.

Menurutnya, penerapan belajar agama Islam secara tatap muka ini tetap dilaksanakan dengan memathui protokol kesehatan seperti yang sudah ditetapkan pemerintah yaitu memakai masker, cuci tangan dan jaga jarak (3M).

“Untuk itu, saat ini kami belum membolehkan wali santri berkunjung karena pesantren menerapkan lockdown, jika ada keperluan bisa disampaikan melalui guru atau petugas lainnya yang berada di pesantren ini,” ungkap Tgk Saiful.

Menurutnya, kondisi sekarang ini dari satu sisi pihaknya berusaha menjauhkan para santri dari virus corona, tetapi sisi lainnya juga bagaimana berusaha untuk menyelamatkan para santri agar tidak ketertinggalan dan bisa terus belajar ilmu agama Islam di dayah, karena itu pihaknya tetap terus mengedepan protokol kesehatan.

Dirinya selaku Pimpinan Pesantren selalu mengingatkan dan mewajibkan para santri memakai masker saat berlangsungnya belajar dayah (ilmu agama Islam).

“Prinsipnya kami mendukung sepenuhnya program pemerintah terhadap pencegahan Covid-19,” tegasnya sembari mengajak masyarakat untuk berdoa agar virus corona ini cepat berakhir di Aceh khusunya dan Indonesia umumnya. []

(Editor     | Redaksi)
(Laporan | Erwan)

Advertisement

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

News Feed