oleh

Ini Saran Anggota DPRK untuk Pemko

Banda Aceh-Tepat 22 April 2018, usia Banda Aceh genap 813 tahun.Demi kemajuan pusat ibukota provinsi Aceh, Pemerintah Kota (Pemko) Banda Aceh, diharapkan dapat berbenah dari berbagai hal mulai soal tata kota, pemerintahan, penegakan Syari’at Islam hingga terpenuhinya kebutuhan dasar masyarakat, seperti distribusi air bersih, listrik dan lainnya.

Hal itu disampaikan politisi Partai Demokrat yang juga anggota DPRK Banda Aceh, H. Isnaini Husda, SE, Senin, 23 April 2018, diselai-sela sidang paripurna istimewa HUT Banda Aceh ke-813, gedung lama DPRK setempat, komplek Balaikota.

Bertambahnya usia Banda Aceh ini diharapkan benar-benar teratasi, khususnya soal pendistribusian air bersih, perpakiran serta memaksimalkan aset-aset Pemko Banda Aceh untuk dapat meningkatkan Pendapatan Asli Daerah (PAD).

“Ada tempat-tempat wisata seperti Ulee Lheue yang harus dibenahi untuk menarik minat wisatawan lokal, nusantara maupun mancanegara serta peningkatan masalah air bersih, dan rumah sakit umum Meuraxa, yang semakin ramai pasien tapi fasiltas ada yang masih terbatas, sehingga perlu menjadi perhatian serius Pemko Banda Aceh,” ujar Isnaini.

Masih kata Isnaini, sebagaimana disampaikan Walikota bahwa beberapa sektor ingin dibenahi untuk meningkatkan PAD, selain sektor pariwisata pemerintah kota juga akan memaksimalkan aset-aset pemerintah yang ada dan belum dimanfaatkan.”Serta pendapatan lain, seperti parkir dan restribusi sampah,” katanya lagi.

Terkait parkir elektrik, seperti halnya di Jalan T. Nyak Makam, Lampineung, Banda Aceh, dikatakan Isnaini, itu sebagai contoh mengadopsi dari beberapa tempat di tanah air, seperti Jakarta, dan ini untuk mengatur ketertiban parkir serta sesuatu yang positif.

“Kalau hal itu bisa dimaksimalkan, Insya Allah bisa meningkatkan PAD sekaligus bisa membuat perpakiran di kota Banda Aceh menjadi tertib dan nyaman, meskipun sempat terjadi dilema dimasyarakat terkait pendapatan masyarakat,”¬†katanya.

Disatu sisi, lanjut dia, pemerintah berkeinginan untuk melakukan pembenahan, sementara disisi lainnya berdampak pada penciptaan lapangan kerja bagi masyarakat setempat khususnya.”Dan inilah yang harus kita seimbangkan. Ada tempat-tempat yang kita menggunakan sistem teknologi dan ada tempat yang masih digunakan sistem manual untuk memberikan kesempatan kepada masyarakat terhadap lapangan tenaga kerja bagi masyarakat, disamping itu perkembangan teknologi juga harus diikuti,” lanjutnya.[]

(Editor | Suandris)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

News Feed