oleh

Saran Dokter Anak: Sekolah Tidak Dibuka Sampai Desember 2020

Jakarta-Pemerintah menyiapkan beberapa skenario untuk berdamai dengan Covid-19 dengan menerapkan ‘new normal’. Mal atau pusat perbelanjaan hingga fasilitas umum mulai segera dengan menerapkan protokol khusus.

Bagaimana dengan kegiatan belajar mengajar secara tatap muka di sekolah?

Kegiatan belajar mengajar secara tatap muka memang belum menjadi prioritas. Ajaran baru yang disebut mulai Juli 2020 masih dilakukan secara daring dan luring.

Ikatan Dokter Anak Indonesia (IDAI) pun tidak menganjurkan kegiatan belajar mengajar tatap muka di sekolah pada masa pandemi Covid-19.

IDAI berharap sekolah tidak dibuka hingga akhir Desember 2020. Apa alasannya?

Ketua Umum IDAI Aman Bhakti Pulungan mengatakan pembatasan fisik merupakan syarat penting dalam upaya pencegahan penularan penyakit dan saat ini pelonggaran pembatasan sosial berskala besar masih sangat berisiko menimbulkan lonjakan jumlah kasus baru. Terlebih lagi menerapkan kebiasaan pencegahan infeksi masih sulit pada anak-anak.

“Dengan demikian Ikatan Dokter Anak Indonesia (IDAI) pertama-tama mendukung dan mengapresiasi kebijakan Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan untuk menjadikan rumah sebagai sekolah dan melibatkan peran aktif siswa, guru dan orang tua dalam proses belajar mengajar, ” katanya dalam keterangannya seperti dikutip Minggu (31/5/2020).

“Kami menganjurkan agar kegiatan belajar mengajar tetap dilaksanakan melalui skema pembelajaran jarak jauh. Dengan mempertimbangkan antisipasi lonjakan kasus kedua, sebaiknya sekolah tidak dibuka sampai bulan Desember 2020,” tegasnya kembali.

Pembukaan kembali sekolah-sekolah dapat dipertimbangkan jika jumlah kasus COVID-19 telah menurun. Menurutnya, apabila sudah memenuhi syarat epidemiologi untuk kembali membuka sekolah, maka IDAi menghimbau agar semua pihak dapat bekerjasama dengan Ikatan Dokter Anak cabang setempat.

“Kami juga menyarankan agar dilakukan pemeriksaan PCR secara masif, 30 kali lipat dari jumlah kasus konfirmasi COVID-19 termasuk juga pada kelompok usia anak.”

“Ikatan Dokter Anak Indonesia akan terus melakukan pemantauan situasi langsung melalui cabang-cabang IDAI dan akan terus melakukan kajian dan memberikan rekomendasi sesuai perkembangan situasi terkini,” tutup Aman. []

(Sumber | CNBCINDONESIA.COM)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

News Feed