oleh

Sekolah di Aceh Bentuk Tim Gugus Tugas Penanganan COVID-19

Blangpidie-Pemerintah Aceh terus melakukan berbagai upaya untuk mencegah terjadinya penularan wabah Coronavirus Disease 2019 (COVID-19), termasuk di bidang pendidikan.

Salah satunya dengan membentuk Tim Gugus Tugas Penanganan COVID-19 di satuan pendidikan. Didalam SK Gugus Tugas yang dibentuk oleh sekolah, wajib dituliskan secara jelas tugas dari setiap guru yang di SK-kan agar adanya pembagian tugas secara rinci.

Untuk memastikan Tim Gugus Tugas Penanganan COVID-19 di sekolah, Kepala Dinas Pendidikan Aceh, Drs. H. Rachmat Fitri HD, MPA, melakukan peninjauan di sejumlah sekolah di lintas Barat Selatan-Aceh.

Rabu (15/7/2020), Kepala Dinas Pendidikan Aceh, Drs. H. Rachmat Fitri HD, MPA, didampingi Kabid Pembinaan SMK, T. Miftahuddin, M. Pd, Kepala Bidang Pembinaan SMA dan PKLK, Zulkifli, M.Pd, Kepala UPTD Balai Tekkomdik, T. Fariyal, MM, Kepala Cabang Disdik Aceh Barat Daya, Syarbaini Oesman, M. Si dan Tenaga Ahli, Dr. Mursyidin meninjau sejumlah sekolah di Kabupaten Aceh Barat Daya.

Selama di Aceh Barat Daya (Abdya), rombongan Kepala Dinas Pendidikan Aceh juga meninjau SMAN 1 Abdya, SMAN 6 Abdya, SMKN 1 Abdya dan SMAN 2 Abdya. Kadisdik Aceh juga memberi motivasi kepada siswa.

“Anak-anak sebelum ke sekolah jangan lupa berwudhu dari rumah. Kalau sudah sampai di sekolah harus sering-sering cuci tangan,” ujarnya.

Rachmat Fitri meninjau sejumlah sarana prasarana yang ada di sekolah, mulai ruang dewan guru, Unit Kesehatan Sekolah, ruang kelas, tempat cuci tangan dan lainnya.

“Jika ada kursi dan meja yang tidak dipakai, jangan ditumpuk didalam kelas. Tapi ditempatkan pada satu ruangan yang tidak terpakai agar tidak rusak. Mari kita jaga semua fasilitas sekolah sebaik mungkin,” ujarnya.

Rachmat Fitri mengatakan Kabupaten Abdya berada di zona hijau harus bersyukur dan bisa memanfaatkan kesempatan belajar tatap muka sebaik mungkin.

“Kami serahkan brosur SOP pendidikan kepada kepala sekolah agar dapat dibagikan kepada siswa untuk dapat dilaksanakan di sekolahnya,” katanya.

Sementara Kepala Cabang Disdik Abdya, Syarbaini Oesman, M. Si menjelaskan hingga hari ketiga pelaksanaan pembelajaran tatap muka pada masa tatanan normal baru pihaknya masih belum memiliki kendala yang berarti.

“Ada sedikit penyempurnaan yang terus kita lakukan agar proses pembelajaran jenjang SMA, SMK dan SLB di Kabupaten Abdya dapat berjalan sesuai harapan,” ujarnya.

Ia mengingatkan meski tidak ada korban positif di Abdya, namun masyarakat sebagai orang tua patut terus waspada. Dia menjelaskan saat ini di wilayah kerjanya ada 15 SMA, 5 SMK dan 1 SLB.

“Semua sekolah tersebut menjalankan pembelajaran secara tatap muka dengan sistem sift (jadwal) mingguan sesuai arahan dari pimpinan,” jelasnya.

Sebelumnya, Kadisdik Aceh juga melakukan pertemuan dengan para kepala sekolah jenjang SMA, SMK dan SLB di Kabupaten Nagan Raya dan Kabupaten Aceh Selatan.

Dalam pertemuan itu, Kadisdik Aceh mengajak para kepala sekolah untuk menerapkan protokol pendidikan dan protokol kesehatan di satuan pendidikan masing-masing.

“Ini merupakan bentuk ikhtiar kita. Ikhtiar yang telah kita sepakati ini wajib dilaksanakan,” terangnya.

Untuk Kabupaten Aceh Selatan, kata Kadisdik, saat ini masih berada di zona kuning sehingga belum diizinkan untuk pembelajaran tatap muka. Meski demikian kepsek diminta untuk memastikan kesiapan pembelajaran tatap muka jika zona nya nanti berubah menjadi hijau. []

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

News Feed