oleh

Sekolah Fatih Putri Aceh, Memaknai Pendidikan Karakter di Tengah Ramadhan dan Pandemi

MENJALANI masa Ramadhan di tengah masa PSBB (Pembatasan Sosial Berskala Besar) pastinya menjadi tantangan sendiri bagi siswa, orangtua dan guru yang menjalankan pembelajaran dari rumah.

Selain pendidikan akademis, pengembangan pendidikan karakter anak juga menjadi isu penting bagi sekolah dan keluarga.

Hal ini pastinya juga dialami bagian paling barat gugus kepulauan Indonesia, Kota Banda Aceh bebas dari dampak Covid-19. Hal ini tentu memberi warna tersendiri terhadap masyarakat yang sangat kental menerapkan budaya dan nuansa Islam di kota Serambi Mekah.

“Bulan Ramadhan yang biasanya penuh dengan suka-cita dan syarat nuansa lokal Aceh ini harus disikapi berbeda tanpa mengurangi esensi dari nilai Puasa itu sendiri,” ujar Mustafa Cakallioglu General Manager Teuku Nyak Arif Fatih Bilingual School.

Manajemen belajar berbasis daring

Sekolah Teuku Nyak Arif Fatih Bilingual School yang berada di jantung kota Banda Aceh pun memiliki kiat tersendiri. Sejak pertengah Bulan Maret 2020, sekolah ini sudah mulai menerapkan sistem pembelajaran daring bagi seluruh siswa-siswinya.

“Di tengah situasi ini, Sekolah Teuku Nyak Arif Fatih Bilingual School tetap menjalankan pelayanan pendidikan kepada para siswa juga orangtua atau wali murid,” tegas Mustafa.

Ia menambahkan, pihaknya telah mempersiapkan rangkaian program Fatih e-Learning yang dapat diikuti peserta didik dari mana pun melalui gawai atau alat apapun secara daring.

“Pemanfaatan teknologi melalui penggunaan platform digital seperti Google Classroom, Zoom, dan Skype menjadi keharusan agar program Fatih e-Learning bisa berjalan dengan baik,” jelas Mustafa.

Ia menambahkan, “hal tersebut tidak terlalu sulit karena selama ini Sekolah Teuku Nyak Arif Fatih Bilingual School sudah terbiasa mengenalkan sistem kelas terintegrasi teknologi atau yang kita sebut dengan Technology Integrated Classroom System.”

Tidak hanya akademik, sekolah juga…
Tidak hanya akademik, sekolah juga memberikan perhatian khusus dalam pengembangan kemampuan siswa dalam seni melalui program Penampilan Nasyid.

Jiwa seni siswa tetap diperhatikan di masa pandemi melalui jalur seni suara. Para siswa diberikan porsi yang cukup untuk tetap mengasah kemampuan seni mereka di rumah dan menampilkannya melalui penampilan nasyid secara daring.

Tidak hanya pendampingan terhadap siswa, sekolah juga memandang penting untuk melakukan pendampingan terhadap orangtua melalui program Learning by Sharing.

Mustafa menjelaskan, ” Sekolah Teuku Nyak Arif Fatih Bilingual School meyakini pendidikan akan tegak berdiri jika tri sentra pendidikan bisa saling bekerja sama harmonis antar sekolah, siswa dan orang tua.”

“Seminar daring yang diadakan bertujuan untuk mendukung orangtua siswa dalam menghadapi masa pandemi di mana siswa menghabiskan waktu lebih lama di rumah bersama orangtua jika dibandingkan waktu-waktu sebelumnya,” Mustafa menerangkan.

Program Ramadhan siswa dan keluarga
Menghadapi Bulan Ramadhan sekolah pun telah mempersiapkan berbagai program unggulan yang dapat membuat siswa tetap memaksimalkan Bulan Ramadhan meski berada di rumah.

Secara khusus sekolah membuat beberapa progam pendidikan karakter dan keagamaan bagi para siswa dan juga keluarga.

Salah satu program yang diadakan yakni Tilawah al-Quran di mana hal ini dilakukan secara rutin setiap pagi dan dilaksanakan per kelas dengan dibimbing wali kelas secara daring melalui beberapa platform dan aplikasi.

Selain itu ada pula program Khatam al-Quran. Setiap kelas minimum bisa menyelesaikan 2 kali khatam Al-Quran dengan bimbingan dari kelas masing-masing.

Ada pula program Online Tahfidz Program. Jika sebelum masa Learning From Home dimulai biasanya para siswa menyetor ayat secara langsung setiap sore kepada guru pembimbing tahfiznya, kali ini setoran ayat dilakukan secara daring melalui beberapa aplikasi video conference untuk dibimbing bacaan serta tajwidnya.

Pengumpulan dan pemberian donasi berupa 350 paket sembako dan 500 paket iftar dari para siswa, orang tua, guru dan alumni Teuku Nyak Arif Fatih Putri Bilingual School kepada masyarakat terdampak Covid-19 bekerja sama dengan Pemda Kota Banda Aceh.(DOK. FATIH PUTRI BILINGUAL VIA KOMPAS.COM)

Selain itu, sekolah juga membuat…
Selain itu, sekolah juga membuat program untuk dikerjakan bersama antara orangtua dan sisiwa. Kegiatan ini bertujuan untuk semakin membangun ikatan keluarga selama siswa belajar dari rumah.

Misal program Dekorasi Ramadhan, di mana selama Ramadhan para siswa dan orangtua di foto dengan format gambar dan dibagikan melalui akun resmi sosial media sekolah.

Selain itu ada pula program Reading Time di mana siswa diberikan alokasi waktu tertentu untuk menyelesaikan bacaan dan topik pilihan seputar Ramadhan. Topik ini nantinya akan di diskusikan bersama teman-teman berkelompok.

Diskusi kelompok ini membahas topik-topik pilihan seputar Ramadhan dan dipimpin wali kelas masing-masing melalui aplikasi daring setiap bada dzuhur.

Khusus bagi kelas akhir, Sekolah Teuku Nyak Arif Fatih Bilingual School tetap menyelenggarakan Career Department Web Based Seminar. Kegiatan ini bertujuan memberi pembekalan siswa agar siap menghadapi dunia kampus dan dunia kerja.

Para siswa mengikuti seminar melalui daring dan mendapatkan pembekalan terkait persiapan memasuki dunia kampus dan dunia kerja dari para guru dan juga alumni yang saat ini tersebar di perguruan tinggi negeri maupun swasta baik di dalam maupun di luar negeri.

Pendidikan akhlak dan karakter
Pengumpulan dan pemberian donasi berupa 350 paket sembako dan 500 paket iftar dari para siswa, orang tua, guru dan alumni sekolah kepada masyarakat terdampak Covid-19 yang pendistribusiannya bekerja sama dengan Pemerintah Daerah Kota Banda Aceh.

Bantuan telah diserahkan langsung kepada Wali Kota Banda Aceh, Aminullah Usman (19/5/2020).

Selain itu juga dilakukan penggalangan donasi ditujukan kepada tenaga medis dan dokter sebagai garda terdepan penanggulangan Covid-19 berupa APD (Alat Perlindungan Diri), juga bekerja sama dengan IDI (Ikatan Dokter Indonesia) Cabang Banda Aceh.

Penggalangan donasi ini pada awalnya…
Penggalangan donasi ini pada awalnya diinisiasi siswa dan alumni (Ikatan Alumni Fatih).

Hal ini merupakan buah dari sistem bimbingan dan pembinaan di sekolah yang membiasakan siswa tidak hanya mementingkan aspek akademis namun juga karakter dan akhlakul karimah sebagai tujuan tertinggi dari pendidikan itu sendiri yaitu bermanfaat bagi orang lain.

“Tujuan kegiatan ini yang tidak lain adalah tetap membimbing dan mendidik siswa-siswa dari rumah agar dapat berkontribusi menginspirasi dunia pendidikan tidak hanya dari sisi akademis namun juga dari sisi pembinaan karakter dan akhlak,” ujar Mustafa.

Ia melanjutkan, “mari kita terus meningkatkan ibadah dan kedekatan kita kepada Allah SWT dengan memperbanyak amalan ibadah dan doa.

“Semoga wabah Covid-19 ini segera berlalu dan semua aspek kehidupan kita kembali berjalan normal seperti biasanya, karena kami sangat rindu dengan siswa-siswi kami di sekolah,” harapnya. []

(Sumber | KOMPAS.COM)

Advertisement

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

News Feed