oleh

Sektor Usaha Industri Batu Bata di Singkil ‘Babak Belur’ Dihantam Corona

banner 728x90

Singkil-Virus Corona memberikan dampak negatif bagi dunia usaha di Kabupaten Aceh Singkil. Sektor usaha industri batu-bata, misalnya yang seakan tak luput dari dampak negatif tersebut sehingga ‘babak belur’.

Pengrajin batu-bata di wilayah itu terpaksa menganggur, lantaran pabrik tempat mereka bekerja berhenti beroperasi. Ini menyusul tertundanya sejumlah pembangunan baik di kabupaten maupun pembangunan di desa-desa.

“Dari sisi omset batu-bata merah pada bulan ini merosot tajam dibandingkan sebelum virus ini mewabah,” ujar Ahmad (62), pemilik usaha batu-bata, Jumat (01/05/2020), di Singkil.

Pantauan di sentra pembuatan batu-bata yang berlokasi di Desa Blok 15 Sanggaberu, Kecamatan Gunung Meriah, sudah lebih dari dua pekan usaha masyarakat tersebut tidak beroperasi.

Ia mengungkapkan, usaha yang telah lama ditekuninya itu menjadi salah satu sektor terdampak dan mati suri akibat pandemi COVID-19. Para pemilik usaha batu-bata di Desa Blok 15 tersebut harus mengurangi pekerjanya akibat merosotnya omset.

“Solusinya terpaksa seperti itu, mengurangi pekerja dan mengurangi produksi untuk menyiasati pengeluaran,” kata Ahmad.

Ia mengisahkan, biasanya ia bisa menjual puluhan ribu batu-bata dalam sebulan dan memproduksi 150.000 sampai 200.000 batu-bata.

“Kini, penjualan turun drastis hingga 60 persen. Biasanya, permintaan bata sangat tinggi, bahkan sampai tidak bisa kita penuhi lagi,” katanya.

Masih kata Ahmad, merosotnya penjualan batu-bata di tengah pandemi ini membuat sejumlah pelaku usaha harus banting harga.

“Biasa dijual dengan harga Rp 600, kini dihargai sebesar Rp 400 per bata. Meski harga batu bata sudah kita turunkan jauh dari harga semula, itu pun belum laku-laku. Akibatnya stok batu bata kian menumpuk di halaman tobong batu bata,” katanya lagi.

Sejumlah pembuat batu-bata mengaharapkan agar Pemda Aceh Singkil dapat memberi solusi kepada mereka, sehingga dapat memenuhi kebutuhan hidup di bulan ramadhan ini. []

(Editor | Redaksi)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

News Feed