oleh

Senin, Komisi V DPRA Panggil Dinas Pendidikan Aceh

Banda Aceh-Komisi V Dewan Perwakilan Rakyat Aceh (DPRA) akan memanggil Dinas Pendidikan Aceh untuk meminta klarifikasi terkait adanya pengutipan uang bagi siswa baru yang mencapai Rp 11 juta di Sekolah Menengah Atas Negeri (SMA) 10 Fajar Harapan Banda Aceh.

Ketua Komisi V DPRA, Mohd Alfatah mengatakan, hari Senin nanti (16/4), pihaknya sudah mengagendakan pemanggilan pertama kepada Dinas Pendidikan Aceh untuk meminta klarifikasi terkait pengutipan uang tersebut yang tergolong tinggi.

“Ya kami akan memanggil, pertama sekali akan kita panggil Dinas Pendidikan pada hari Senin untuk meminta klarifikasi,” kata Mohd Alfatah saat dijumpai di ruang kerjanya.

“Prinsip saya, anggaran pendidikan itu harus berkeadilan,” katanya

Alfatah masih mempertanyakan siapa sebenarnya yang melakukan pengutipan itu, apakah memang pihak sekolah atau komite sekolah artinya orang tua murid sendiri.

Lalu, jika dilihat dari kacamata hukum, kalau memang benar uang tersebut dikutip oleh sekolah dirinya tidak setuju karena bertetangan dengan aturan.

“Kalau sekolah itu tidak benar, saya tidak setuju, pengutipan di luar ketentuan perundang-undangan itu tidak boleh,” ujarnya.

Namun, ketika pengutipan uang tersebut dilakukan oleh komite sekolah yang didalamnya adalah perhimpunan orang tua murid tidak terlalu masalah. Mengingat jika ada orang tua murid yang keberatan bisa menyampaikan dalam musyawarah komite itu sendiri.

“Kalau kesepakatan pengutipan untuk anaknya sendiri, dan tidak bertentangan dengan aturan itu normal, wajar, dan

Tetapi, Alfatah juga kurang setuju kalau nominalnya mencapai Rp 11 juta per siswa, mengingat pendatapan orang tua murid yang sekolah disana itu berbeda-beda, karena itu jangan sempat memberatkan orang tua murid.

“Komite juga harus paham, yang sekolah itu tidak semuanya orang kaya, harus paham, harus arif, kalau Rp 11 juta agak berat,” imbuhnya.

Menurut Alfatah, seharusnya kalau ada kebijakan pengutipan seperti itu, diberitahukan sejak awal, artinya sebelum tes masuk dilakukan masalah ini sudah disampaikan terlebih dahulu.

“Prinsip saya, anggaran pendidikan itu harus berkeadilan,” pungkas politikus PAN itu.[]

Sumber | AJNN.NET 

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

News Feed