oleh

Sepriyanto, Birokrat yang Inovatif Merakyat

INOVASI dari instansi dapat membuat pelayanan menjadi lebih cepat dan efektif dalam menciptakan terobosan guna meningkatkan pelayanan publik.

Dalam konsep pembangunan, birokrasi menjadi variabel penting pembangunan. Pembangunan tak akan berjalan lancar tanpa birokrasi yang baik.

Agaknya, Pemerintahan Kabupaten Aceh Tamiang dibawah tampuk Bupati dan Wakil Bupati Aceh Tamiang Periode 2017-2022, H. Mursil, SH, MKn dan H. Tengku Insyafuddin, ST, tergolong beruntung.

Di bidang Kependudukan, Pemerintahan H. Mursil, SH, MKn dan H. Tengku Insyafuddin, ST, memiliki seorang birokrat yang inovatif.

Sepriyanto, begitu nama lengkap Kepala Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil Kabupaten Aceh Tamiang yang dilantik pada 26 Agustus 2019 lalu.

Tekadnya menjadikan masyarakat Aceh Tamiang tertib administrasi kependudukan. Langkah awal dilakukan membenah sistem dan pelayanan yang diberikan oleh para personil didalam Internal Disdukcapil-dalam memberikan pelayanan kepada masyarakat secara umum.

Pandemi Coronavirus Disease 2019 (COVID-19), tidak membuat dirinya krisis inovasi untuk menjadikan warga Aceh Tamiang memiliki Administrasi Kependudukan secara cepat, tepat dan gratis.

Mempermudah masyarakat mengurus adminitrasi kependudukan, itulah konsep yang dia cita-citakan.

Lalu, ia membuka sayap Disdukcapil dengan membentuk/mengaktifkan Petugas Registrasi Kampung (PRK) sebanyak dua orang di 213 kampung dalam wilayah Aceh Tamiang.

Tim PRK yang diaktifkan ini akan membantu dalam melakukan pendataan adminitrasi kependudukan (Adminduk) secara berkala setiap harinya. Tim PRG akan menjemput bola ke seluruh kampung, sehingga pendataan adminduk terus berjalan dan tidak lagi bersifat menunggu.

Salah satu tugas mendasar tim ini mencatat angka kelahiran dan kematian yang cukup memengaruhi data jumlah penduduk daerah. Perubahan data ini bisa dilaporkan PRK ke masing-masing camat atau langsung ke Disdukcapil.

Jerih upaya yang dilakukan tersebut membuat hasil, sehingga mampu melewati capaian nasional dalam urusan adminduk.

Pada 16 Oktober 2020 lalu, Dirjen Dukcapil Kemendagri, Prof Zudan Arif Fakrulloh melalui zoom metting memberikan bantuan Anjungan Dukcapil Mandiri (ADM), sehingga memudahkan proses pencetakan dokumem kependudukan seperti kartu Kepala Keluarga (KK) maupun akta kelahiran di Aceh Tamiang.

Melalui mesin tersebut, masyarakat yang sudah mengurus kepemilikan adminduk ke Disdukcapil bisa langsung mencetaknya di ADM. Cukup masukkan nomor KK dan sebagainya dokumen kependudukan terprint.

Sepriyanto tidak merasa puas dengan apa yang dicapainya bersama tim, upaya terus dilakukan untuk menjangkau seluruh daerah di Aceh Tamiang, khususnya yang berada di kawasan pedalaman.

Kemudian dengan inovasinya dalam menuntaskan persoalan adminitrasi kependudukan (Adminduk) dalam wilayah kerjanya membuat Program Inovasi yang disebut ‘Kampung Tersipu’.

‘Kampung Tersipu’ digagas oleh Kadisdukcapil Aceh Tamiang, Sepriyanto bulan November 2020 lalu dan merupakan sebuah layanan baru untuk menertibkan administrasi kependudukan secara tuntas di seluruh wilayah Aceh Tamiang dengan menjemput bola langsung ke kampung-kampung.

“Tersipu ini singakatan dari tertib, tuntas administrasi kependudukan. Kita berharap melalui program dan inovasi ini bisa membantu masyarakat melengkapi seluruh dokumen kependudukannya,” kata Kadisdukcapil Aceh Tamiang, Sepriyanto, Senin, 30 November 2020 dikantornya.

Dia menjelaskan, layanan perdana ‘Kampung Tersipu’ sudah dimulai di Kampung Kuala Peunaga Kecamatan Bendahara pada tanggal 19 November 2020 lalu.

“Road Show Kampung Tersipu pertama kita lakukan di Kampung Kuala Penaga yang merupakan kampung yang terletak di pulau tepatnya Kecamatan Bendahara,” sebutnya.

Untuk Road Show Kampung Tersipu kedua, sambung Sepriyanto, Tim yang terdiri 18 personil Tim Cepat Adminduk memilih sasaran ke wilayah pendalaman Kampung Sekerak tepatnya Kampung Baling Karang sebuah kampung yang berbatasan langsung dengan Aceh Timur.

Sekira pukul 15.00, Jumat (27/11/2020) sore, sambung Sepriyanto tim bergerak menuju Baling Karang.

Sepriyanto menceritakannya perjalanan yang panjang dengan kubangan lumpur disepanjang lintasan, terperosok di jembatan darurat.

“Menantang nyali tim, menyeberangi sungai yang gelap gulita. Alhamdulillah setelah setelah penyeberangan menggunakan ‘Getek’ tim sampai di Baling Karang, jelang azan Maghrib berkumandang,” ungkapnya.

Sepriyanto mengatakan Tim menginap di Kampung Baling Karang untuk keesokan hari melakukan kegiatan administrasi kependudukan semua jenis dokumen kependudukan secara online.

“Alhamdulillah masyarakat sangat antusias menyambut kedatangan tim. Datok Penghulu Baling Karang, PRK dan Perangkat Kampung antusias menyambut kedatangan Tim dan mempersiapkan tempat pelayanan,” sebutnya.

Sepriyanto mengatakan dalam kegiatan Pelayanan Kampung Tersipu Baling Karang lima point dapat terlaksana diantaranya Point Pertama Perekaman KTP Elektronik 19 orang satu orang tidak rekam.

“Untuk KTP Elektronik hampir 100 persen. Jadi dapat dipastikan warga Kampung Baling Karang umur diatas 17 tahun sudah memiliki KTP Elektronik,” sebutnya.

Kemudian sambung Sepriyanto Point kedua Cetak KTP sebanyak 51 lembar, Point ketiga Cetak KIA sebanyak 93 lembar, point keempat Akta Kelahiran sebanyak 95 orang dan point kelima Akta Kematian sebanyak delapan orang.

“Secara umum,  Kampung Baling Karang sudah diatas 98% Kepemilikan Dokumen Kependudukan. Jadi sudah bisa disebut Kampung Tertib Tuntas Administrasi Kependudukan (Kampung Tersipu),” sebutnya mengakhiri. | ERWAN

((Editor | Redaksi)

Advertisement

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

News Feed