oleh

Seratusan Water Meter Pelanggan PDAM Tirta Tamiang Dicabut

Aceh Tamiang-Perusahan Daerah Air Minum (PDAM) Tirta Tamiang, harus mengambil tindakan tegas berupa pencabutan Water Meter, setelah upaya keringanan dari Perusahaan berplat merah itu tak kunjung terwujud.

Keringanan yang diberikan Perusahan Daerah Air Minum (PDAM) Tirta Tamiang berupa pembayaran agar dapat dilakukan dengan cara penyicilan tidak membuahkan hasil. Akhirnya, saat ini seratusan Water Meter pelanggan dicabut.

“Saat ini ada sebanyak 160 Water Meter pelanggan kita cabut. Pencabutan tersebut karena para pelanggan tidak bayar rekening tagihannya,” ujar Direktur PDAM Tirta Tamiang, Ismail, Senin (21/02/2021) diruangan kerjanya.

Ia menyebutkan, dari jumlah 160 Watermeter tersebut masih banyak lagi yang menunggak. Jumlah tunggakan rekening air yang belum dibayar oleh sejumlah pelanggan PDAM Tirta Tamiang mencapai Rp7 miliar lebih.

“Tunggakan rekening pelanggan bervariasi ada tiga bulan, enam bulan, setahun, dua tahun bahkan tiga tahun,” sebutnya.

Begitupun, pihaknya menyadari kondisi saat ini memang sangat sulit perekonomian. Namun pihak manajemen PDAM sudah memberikan toleransi kelonggaran yaitu boleh dilakukan pembayaran dengan menyicil.

“Kami juga sudah memberikan keringanan kepada pelanggan yang belum bayar boleh dicicil pembayaran tunggakan rekening air ,walaupun sudah diberikan keringanan boleh cicil cara membayarnya,namun masih banyak pelanggan yang belum mau bayar,” katanya lagi.

Itu sebabnya, kata dia lagi, perlu saling pengertian dan kesadaran antara pelanggan dengan pihak perusahaan demi kelangsungan operasional perusahaan. Karena, untuk mengolah air tentu saja diperlukan biaya baik itu material maupun biaya rutin pemeliharaan jaringan, biaya bayar rekening listrik, biaya gaji karyawan dan biaya pemeliharaan jaringan.

“Kita meminta kepada pelanggan yang belum membayar rekening agar segera membayarnya, kalau tidak bisa membayar lunas tunggakan sekaligus boleh dicicil demi kelangsungan operasional PDAM Tirta Tamiang. Kami butuh kerjasama yang baik untuk membayar,” pungkasnya.

Data diperoleh, pelanggan PDAM Tirta Tamiang sekitar 8.000 pelanggan. Mayoritas pelanggan yang menunggak itu berdomisili di Kecamatan Kota Kualasimpang sebesar Rp 2,5 Miliar, Karang Baru sebesar Rp 1,9 Miliar, Manyak Payed sebesar Rp 697 juta, Bendahara sebesar Rp 518 juta dan kecamatan Rantau sebesar Rp 501 juta. []

(Editor     | Redaksi)
(Laporan | Erwan)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

News Feed