oleh

SMK Harus Miliki Kompetensi yang Dibutuhkan Pasar Kerja

banner 728x90

BIREUEN-Lomba Kompetensi Siswa (LKS) SMK ke-28 Tahun 2019, resmi ditutup oleh Bupati Bireuen, H. Saifannur, S.Sos. SMK sesuai dengan slogannya, “SMK Bisa..! SMK Hebat..! Siap Kerja: Santun, Mandiri dan Kreatif”. Maka harus memiliki kompetensi yang dibutuhkan oleh pasar kerja baik yang bertaraf nasional maupun internasional.

“Seiring dengan perkembangan zaman yang semakin canggih dan lowongan pekerjaan yang semakin sulit, maka SMK lah solusinya,” ujar Bupati Bireuen, H. Saifannur, S.Sos, pada malam penutupan LKS SMK, Rabu, 11 September 2019, malam, di halaman Pendopo Bupati setempat.

Karena itu, katanya, pembangunan sektor pendidikan merupakan cara paling efektif dalam mendapatkan sumber daya manusia yang handal. Salah satu jenis pendidikan yang ideal untuk melahirkan SDM terampil yaitu melalui pendidikan kejuruan dengan kurikulum yang disesuaikan dengan kebutuhan kerja.

“Begitu pentingnya pendidikan kejuruan ini, sehingga Presiden mengeluarkan Instruksi Nomor 9 Tahun 2016 tentang Revitalisasi Sekolah Menengah Kejuruan dalam rangka meningkatkan dan mengembangkan kualitas dan daya saing sumber daya manusia kita,” katanya.

Menurutnya, salah satu upaya untuk menjalankan program itu adalah semangat kita untuk menjalankan Instruksi Presiden dengan mengembangkan SMK di Aceh tidak terkecuali di Kabupaten Bireuen ini.

“Untuk itu, dukungan dari semua pihak terutama Dinas Pendidikan Aceh, guru, Dinas atau lembaga terkait sangatlah penting sehingga dapat terimplementasikan intruksi Presiden tersebut,” tuturnya.

Kepala Dinas Pendidikan Aceh, Drs. Rachmat Fitri HD, MPA, saat menyerahkan piala kepada pemenang LKS SMK ke 28 Tahun 2019

Kegiatan Lomba LKS SMK Tingkat Provinsi Aceh yang ke-28 ini serta Expo Pendidikan telah terlaksana dengan baik sejak tanggal 7 September sampai dengan hari ini dan Insya Allah hasilnya sebentar lagi akan diumumkan oleh dewan juri.

“Bagi anak-anak kami yang nantinya terpilih sebagai juara dari masing-masing cabang lomba untuk tidak berpuas diri, teruslah pertahankan prestasi yang sudah ada demi menggapai segudang prestasi di berbagai even lainnya baik di tinggkat Kabupaten/Kota, tingkat Provinsi, tingkat Nasional bahkan manca negara,” lanjutnya.

Begitupun bagi yang belum juara teruslah belajar dan berlatih demi menggapai cita-cita, kekalahan bukanlah penghalang menuju kesuksesan, kalian semua adalah para juara.

“Siapapun yang terpilih sebagai pemenang di tingkat Provinsi, agar mempersiapakan diri untuk mengadapi (LKS) Tingkat Nasional yang akan berlangsung pada tahun 2020 nanti,” tukas Bupati Bireuen, Saifannur.

“Ingatlah bahwa lomba di tingkat nasional, anak-anak sekalian akan membawa nama Aceh bukan nama sekolah atau pun Kabupaten/Kota sehingga nama harum Aceh bisa dikenang oleh peserta lain dari seluruh Provinsi di Indonesia,” tambahnya.

Ia mengucapkan terima kasih dan penghargaan yang setinggi-tingginya kepada semua pihak terutama kepada Dinas Pendidikan Aceh yang telah mempercayai Kabupaten Bireuen sebagai tuan rumah pelaksanaan LKS ke 28 ini. “Kami siap untuk menjadi tuan rumah pada even-even lainnya,” tutupnya. [] Advertorial

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

News Feed