oleh

Ternyata, Sumbangan Itu untuk Bantu Kebutuhan Pelajar Kurang Mampu Terdampak COVID-19

banner 728x90

Banda Aceh-Sempat ramai di media Pers terkait kabar surat Kepala Dinas Pendidikan Aceh tentang permintaan kepada Cabang Dinas Pendidikan Wilayah untuk memfasilitasi sumbangan di wilayahnya masing-masing.

Kamis (30/04/2020), menanggapi kritikan pihak yang mempertanyakan permintaan yang ditujukan kepada Kepala Cabang Dinas Pendidikan Wilayah oleh kepala Dinas Pendidikan Aceh ini.

Dalam keterangan pers yang diperoleh PENAPOST.ID, Kepala Dinas Pendidikan Aceh, H. Rachmat Fitri HD, menyampaikan ucapan terima kasih kepada pihak yang telah mempertanyakan permintaannya itu.

“Sumbangan itu dimaksudkan untuk membantu kebutuhan siswa-siswi SMA/SMK/SLB yang berasal dari keluarga kurang mampu yang terdampak COVID-19,” ujarnya.

Menurutnya, sumber eksternal yang dimaksud dalam surat Kepala Dinas tersebut adalah orang tua/wali siswa yang memiliki kemampuan lebih dan tergabung dalam Komite Sekolah.

“Saya senang dengan adanya pandangan yang beragam dan konstruktif terhadap masalah ini. Ini menjadi indikator semakin tingginya partisipasi dan kepedulian dari berbagai pihak dalam ikhtiar pengembangan dan peningkatan mutu layanan pendidikan di Aceh,” katanya.

Ia menilai, penggalangan sumbangan pendidikan seperti ini juga memiliki aspek penguatan kualitas akhlak, yang juga merupakan salah satu misi pendidikan di Aceh. Hal ini juga selaras dengan edaran Menteri Dikbud RI yang mengarahkan bahwa proses belajar dalam masa Pandemi COVID-19 harus memberikan pengalaman berharga, salah satunya untuk menumbuhkan rasa empati dan kepribadian solider sepanjang hidupnya. Kita berharap dari kegiatan ini akan tumbuh rasa kesalehan sosial yang lebih baik, bagi yang mendonasi ataupun penerima donasi,” ujar Rachmat Fitri.

Selanjutnya, Kadisdik Aceh menambahkan bahwa kegiatan penggalangan sumbangan untuk mereka yang terdampak Covid-19 sudah berlangsung secara sukarela sejak beberapa bulan lalu, atas inisiatif warga sekolah masing-masing.

Beberapa sekolah di Banda Aceh, seperti di SMKN-5 memberikan bantuan Sembako kepada siswa-siswi dan masyarakat umum di sekitarnya; pada waktu yang berbeda memproduksi dan membagi-bagikan ribuan masker hasil produksi SMKN di Bundaran Simpang-5 dan Bundaran Lambaro.

Inisiatif yang kurang lebih sama, juga muncul dari para alumni misalnya Alumni SMAN 3 Banda Aceh yang melakukan penyemprotan disinfektan, memberikan bantuan sembako dan berbagai kegiatan lainnya.

Pada bagian akhir, Kadisdik Aceh menegaskan bahwa semua sumbangan itu dikumpulkan dari masing masing sekolah dan disalurkan kembali kepada siswa-siswi yang kurang mampu di sekolah yang bersangkutan.

“Pihak Cabang Dinas Pendidikan hanya memfasilitasi proses penggalangan dan penyaluran sumbangan, serta melaporkannya kepada Dinas Pendidikan Aceh,” sambungnya. []

(Editor | Redaksi)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

News Feed