oleh

Transpran, Akuntabel dan Bisa Dipertangungjawabkan

PROSES rekrutmen penerima beasiswa pada Badan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BPSDM) Aceh, dipastikan berjalan sangat transparan, akuntable serta bisa dipertanggungjawabkan pada publik.

Hal ini sebagaimana disampaikan Kepala Badan Pemberdayaan Sumber Daya Manusia (BPSDM) Aceh, Syaridin, S.Pd, M.Pd, saat membuka Fokus Group Discussion tentang Penyusunan Road Map Beasiswa Pemerintah Aceh di Hermes Hotel, Banda Aceh, Senin (18/11/2019).

Acara tersebut dihadiri para Satuan Kerja Pemerintah Aceh (SKPA), Rektor Universitas Negeri dan Swasta di Aceh, para alumni dan penerima beasiswa Pemerintah Aceh, dan stakeholder terkait serta tamu dan undangan.

“Ada isu yang berkembang, BPSDM Aceh ‘bermain’ dalam proses pemberian beasiswa. Itu saya tegaskan tidak ada, sama sekali tidak ada,” tegas Syaridin.

Ia lantas memaparkan bahwa sampai saat ini, dirinya belum satupun merubah kebijakan pejabat sebelumnya. Ia hanya meneruskan program yang telah dirancang, termasuk proses rekrutmen penerima beasiswa Pemerintah Aceh di BPSDM Aceh.

Kepala BPSDM Aceh, Syaridin, S.Pd, M.Pd

Menurutnya semua program yang telah dirancang dan dijalankan tidak akan keluar dari rell hukum. Sebab, BPSDM Aceh punya dasar dalam melakukan kegitan yakni Pergub 28 tahun 2019.

“Jadi kita punya dasar dalam berkerja. Terlebih, semua kegiatan kita juga dikontrol oleh masyarakat secara terbuka, jadi kita sangat terbuka terhadap kritikan yang membangun,” ujarnya.

Syaridin menjelaskan, salah satu syarat utama dalam memperoleh beasiswa Pemerintah Aceh sangat ditentukan oleh TOEFL iBT, IELTS, TOEFL ITP. Nah, jika itu tidak memenuhi ketentuan maka tidak akan diluluskan.

“Percuma juga kita luluskan, nanti juga ditolak oleh negara tujuan. Karena setiap negara telah menetapkan nilai TOEFL. Maka, saya harapkan bagi anak-anak saya, belajarlah secara sungguh-sungguh agar mendapat nilai tinggi,” harapnya.

Dia juga menegaskan bahwa BPSDM Aceh tidak berniat mempermainkan daftar nama-nama penerima beaiswa Pemerintah Aceh. Karena disamping harus mempertanggungjawabkan pada atasan juga dilihat dan dipertanggungjawabkan pada Allah,SWT.

“Jadi kami pastikan bahwa, hasil seleksi itulah yang menjadi pegagang kami dalam menentukan calon penerima beasiswa Pemerintah Aceh. Semua orang nmempunyai hak yang sama dan harus mengikuti prosedur dan maknisme,” tegas Syaridin.

Menurutnya, BPSDM Aceh sangat senang jika masyarakat ikut menguntrol proses rekrutmen. Itu semua dilakukan karena masyarakat mempunyai rasa memilik dan ingin BPSDM Aceh berkerja sesuai denga aturan yang berlaku.

“Kontrol dari masyarakat dan semua kita ini adalah ingin pengelolaan beasiwa Aceh kedapan lebih bagus. Dan bagi anak-anak Aceh yang ingin mendapatkan beasiwa trerserbut hendaklan belajar bersunggungh-sungguh dan mempersiapkan semua keperluan sejak dini agar ketika proses dilaksanakan telah siap 100 persen,” harap mantan Kadisdik Aceh ini.

Dia juga berharap agar para peserta FGD melahirkan satu ide agar menjadi dasar dalam BPSDM Aceh melakukan kenerja kedepan. Ingin memberikan memberikan beasiswa secara adil dan merata.

“Dengan adanya kegiatan memberikan masukan apa yang harus kita lakukan agar tidak ada perasaan yang tidak kepercayaan pada BPSDM Aceh. Oleh karena itu, dengan adanya persoalan kecil itu, hari ini banyak orang tua kami yang hadir dapat memberikan ilmu agar penyelolaan beasiswa lebih bagus lagi kedepan,” harap Syaridin. (Advertorial)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

News Feed