oleh

Tulis Tersandung Piutang, Tukang Kayu di Aceh Selatan Ditemukan Tewas Tergantung

Laporan | Adi Tanjung

Tapaktuan-Seorang tukang kayu dari dusun Batu Merah Gampong Lhok Bengkuang Timur, Kecamatan Tapaktuan, Aceh Selatan, berinisial FA, 34 Tahun, ditemukan tewas tergantung pada seutas tali nilon ukuran 10 mili di atas telasi pintu bagian belakang rumah korban. Sebelum mengakhiri hidupnya, korban diduga sempat menulis surat wsiat perihal ‘piutang’.

Lantas bagaimana kronologi kejadian? Diperoleh kabar pada hari Selasa (12/05/2020), sekira pukul 15.00 WIB korban datang kerumah saksi Taufiq selaku abang sepupu korban untuk mengantarkan ikan untuk di masak.

Korban setelah memberikan ikan kepada saksi langsung beranjak pulang. Setelah pukul 17.55 WIB, saksi kerumah korban bersama anaknya untuk mengajak korban berbuka puasa bersama di rumah abang sepupunya saudara saksi Taufik.

Saksi setelah tiba di rumah korban melihat pintu masuk rumah dalam keadaan terbuka. Saksi-pun langsung masuk kedalam rumah korban untuk mengajak untuk berbuka puasa dan sesampai di Tampat Kejadian Perkara (TKP), saksi melihat korban sudah dalam keadaan tergantung dengan tali.

Korban sudah di evakiasi ke Puskesmas Lhok Bengkuang Timur, Kecamatan Tapaktuan, Aceh Selatan, untuk dilakukan visum edvertum.

Di TKP juga ditemukan beberapa barang bukti berupa tali nilon ukuran 10 mili, Hp Nokia 10600 warna hitam, ember cat tembok evaluk dan uang sebesar Rp 209.000 serta bon pribadi.

Adapun saksi disana yaitu Taufiq, (45) yang berprofesi sebagai petani, Simpang Baputar dusun Batu Merah Gampong Lhok Bengkuang Timur, Kecamatan Tapaktuan, Kabupaten Aceh Selatan.

Saksi kedua yakni Syarifuddin, (50). Ia berprofesi tukang kayu, di dusun Batu Merah Gampong Lhok Bengkuang Timur, Kecamatan Tapaktuan, Kabupaten Aceh Selatan.

Salinan yang di duga surat wasiat korban.

Dalam surat wasiat yang ditemukan di TKP, korban menulis dengan mengawali ucapan Bismillah. Korban, dalam surat tersebut meminta maaf atas kesalahan dirinya selama ini.

Ia juga meminta untuk diberikan makan anak kandungnya berinisial SN dari hasil kapal miliknya. Bahkan, Seandainya kapal tersebut tidak ada hasil ia meminta dijualkan saja.

Selanjutnya korban juga menulis berapapun diperoleh uang untuk dapat diberikan kepada buah hatinya itu dan sisihkan untul anak yatim piatu jumlah. Terakhir korban juga memberitahukan bahwa piutang semasa hidupnya ada di dalam dompet. []

(Editor | Redaksi)

Advertisement

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

News Feed