oleh

Urgensial Sinegritas Satgas COVID-19 dengan Wartawan Di Tengah Pandemi

Aceh Tamiang-Pandemi Coronavirus Disease 2019 (COVID-19) ikut berdampak luas ke berbagai sektor dan profesi, termasuk di industri media. Itu sebabnya, menjadi hal sangat penting sinergisitas antara Satuan Tugas (Satgas) COVID-19 dengan pekerja Pers sangat diperlukan.

Di tengah berhadapan dengan situasi sulit akibat pandemi COVID-19, wartawan tetap dituntut untuk menjalankan tugasnya menyampaikan informasi kepada khalayak ramai, terutama informasi-informasi terkait COVID-19.

Satuan Tugas (Satgas) Penanganan dan Pencegahan COVID-19 Kabupaten Aceh Tamiang, bersinergi dengan wartawan untuk mempublikasikan perkembangan terkini COVID-19. Karena itu, pihaknya memberikan perhatian khusus untuk standar keselamatan dalam melakukan peliputan dengan memberikan masker dan hand sanitizer.

“Mereka (wartawan) juga harus menjaga keselamatan. Apalagi teman-teman ini juga banyak berinteraksi dengan orang lain untuk menyajikan berita yang akurat,” sebut Wakil Sekretaris Satgas Penanganan dan Pencegahan COVID-19 Kabupaten Aceh Tamiang, Syahri kepada PENAPOST.ID Jumat (04/12/2020), di Aceh Tamiang.

Ia menilai dengan memberikan masker dan hand sanitizer kepada wartawan karena dinilai dua barang itu sangat penting bagi wartawan untuk menjadi ujung tombak untuk menyampaikan informasi kepada masyarakat, terutama terkait perkembangan COVID-19. “Mereka juga harus ditunjang dengan standar keselamatan saat liputan,” sebutnya.

Ketua Balai Wartawan Persatuan Wartawan Indonesia (BW PWI) Kabupaten Aceh Tamiang, Syawaluddin mengatakan bantuan berupa hand sanitizer dan masker yang diterima pihaknya akan dibagikan kepada rekan wartawan untuk menunjang kinerja pekerja Pers dilapangan.

Menurut Syawaluddin, bantuan masker sangat berguna bagi wartawan, karena ruang gerak dalam mencari informasi berita ditengah wabah corona mengancam kuli tinta sangat beinteraksi dengan orang lain.

Menurutnya profesi wartawan di tengah wabah COVID-19 penuh dengan tantangan dan profesi wartawan termasuk dalam kelompok ODR (Orang Dalam Resiko).

“Artinya, untuk menghindari pemberitaan hoax yang selama ini terus meningkat. Sebagai wartawan diharuskan turun ke lapangan untuk mendapatkan data yang faktual dan valid, sehingga wartawan sangat rentan tertular virus COVID-19,” jelasnya.

Disamping itu sambungnya tantangan dalam memberikan edukasi kepada masyarakat. Wartawan dalam menyajikan sebuah berita menjadi media komunikasi kepada masyarakat sehingga sedapat mungkin pemberitaan yang tersebar luas merupakan konten yang positif.

“Dalam penyajian sebuah berita menjadi alat edukasi terkait COVID-19 yang tersebar luas dengan konten positif dengan harapan dapat di ikuti oleh pembaca dengan menerapkan Prokes yaitu dengan menggunakan masker, jaga jarak dan mencuci tangan,” jelas Syawaluddin.

Selama ini, Syawaluddin mengakui, pihaknya belum pernah mendapat bantuan terkait penanganan dan pencegahan COVID-19 dari pemerintah daerah. “Alhamdulillah, hari ini bantuan masker dan hand sanitizer ini menjadi motivasi bagi jurnalis dalam mendukung program pemerintah dalam memutus mata rantai penyebaran Covid-19 khususnya di Aceh Tamiang,” pintanya. []

(Editor     | Redaksi)
(Laporan | Erwan)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

News Feed