oleh

UTU Bagikan Sembako kepada Mahasiswa

Laporan |Azhar Sigege

Meulaboh-Universitas Teuku Umar (UTU) Meulaboh, membagikan sembako kepada mahasiswa di kampus tersebut yang sedang melakukan belajar di rumah. Sembako ini dibagikan ditengan ancaman penyebaran Coronavirus Disease (COVID-19).

Bantuan sembako ini diberikan guna meringankan beban ekonomi mahasiswa dari luar daerah khususnya luar Aceh yang tidak pulang kampung. Penyerahan paket bantuan sembako kepada mahasiswa berlangsung di halaman depan Gedung Rektorat UTU yang dipimpin oleh Rektor diwakili Wakil Rektor III UTU, Mursyidin, yang juga Ketua Tim Satgas Pencegahan dan Penanganan Covid-19 UTU Meulaboh, Minggu, (05/04/2020).

Dalam kesempatan itu turut hadir dalam kegiatan pendistribusian paket sembako tersebut, Kepala Biro AKPK, Muslim Raden, Ketua Senat UTU, Andi Yusra, para Dekan, Wakil Dekan, para Kabag, dan seluruh anggota tim satgas Pencegahan dan Penanganan Covid-19 di Kampus UTU.

Rektor UTU, Jasman J. Ma’ruf, diwakili Wakil Rektor III UTU, Mursyidin mengatakan pembagian sembako ini sebagai bentuk kepedulian kampus kepada mahasiswa.

“Mahasiswa yang gak pulang itu kan banyak, yang di kos-kosan, mereka kesulitan akses ke pasar, selain itu harga barang tinggi, persediaan mereka menipis. Kita mencoba berbagi sedikit untuk membantu mahasiswa,” ujarnya

Melalui pembagian sembako tersebut diharapkan menjadi pesan dan ajakan kepada masyarakat untuk tergerak hati dan saling mengulurkan tangan kepada yang membutuhkan,” katanya.

Mursyidin, juga menyampaikan bahwa pihak kampus juga memantau para mahasiswa yang tinggal di tempat kos, kontrakan, dan asrama untuk memastikan tetap tercukupi kebutuhan pangannya.

Selain itu para mahasiswa dari luar daerah juga terus diimbau tidak pulang kampung untuk menekan tingkat penyebaran virus berukuran nanometer itu.

Para mahasiswa yang memilih tetap tinggal diseputaran kampus adalah rata-rata mahasiswa luar daerah Aceh Barat, diantaranya mahasiswa Simeulue, Aceh Selatan, Sumatera Utara, Padang. Yang paling jauh adalah mahasiswa yang berasal dari Jawa Tengah, jelas Mursyidin.

“Kita berempati pada mahasiswa yang tidak pulang. Pertimbangannya macam-macam ya tidak pulang itu, jauh, kuliah online juga butuh internet yang cepat, sehingga kita menghargailah yang tidak pulang tetapi tetep menjaga diri dan tetep belajar,” katanya.

Adapun sembako yang dibagikan kepada mahasiswa berupa beras, mie instan, minyak makan, telor, ikan sarden serta susu. “Untuk mengambil sembako tersebut, mahasiswa dapat menghubungi Wakil Dekan II di fakultas masing-masing,” ujarnya lagi.

Data sementara mahasiswa penerima bantuan logistik tercatat sekitar 120 mahasiswa. Masing-masing 30 mahasiswa FPIK dan FISIP, 22 Mahasiswa Fakultas Ekonomi, 20 orang mahasiswa Fakultas Teknik, 14 orang mahasiswa Fakultas Pertanian dan 4 mahasiswa Fakultas Kesehatan Masyarakat. []

(Editor | Redaksi)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

News Feed