oleh

UTU Perpanjang Kuliah Daring Hingga Akhir Semester

Laporan | Azhar Sigege 

Meulaboh-Universitas Teuku Umar (UTU) Aceh memperpanjang proses belajar mengajar secara daring hingga akhir semester genap tahun 2019/2020 (29/05/2020).

Sebelumnya kampus yang terletak di Meulaboh, Kabupaten Aceh Barat itu memberlakukan perkuliahan tanpa tatap muka selama 14 hari atau hingga 30 Maret 2020.

Keputusan ini diambil Rektor UTU, Prof Dr. Jasman J Ma’ruf, SE., MBA, Jum’at (27/3/2020), berdasarkan pertimbangan kondisi penyebaran virus corona atau Covid-19, baik di tingkat nasional maupun di Aceh. UTU selama ini telah melangsungkan KBM secara daring mulai senin (16/3/2020).

Keputusan tersebut diambil berdasarkan hasil musyawarah Senat Universitas, namun Surat Edaran tentang perpanjangan perkuliahan tanpa tatap muka akan dikeluarkan Senin (30/3/2020).

Selain belajar dan mengajar, hingga akhir semester genap ini semua kegiatan perkuliahan dilakukan secara daring, termasuk ujian tengah semester, ujian akhir semester, praktikum, dan pembimbingan tugas akhir.

Menurutnya, selama pembelajaran daring mahasiswa dan dosen agar menggunakan aplikasi daring seperti aplikasi E-learning UTU, aplikasi video conference, e-mail, dan media sosial daring.

Sementara untuk seminar dan sidang mahasiswa, kata dia, dapat dilaksanakan di bawah koordinasi fakultas dengan mengutamakan penggunaan aplikasi video conference dan memperhatikan protokol pencegahan penyebaran COVID-19 jika harus dilakukan di ruangan.

Selama perkuliahan daring, ia melarang kegiatan penelitian berlokasi di luar kampus. Sementara untuk penelitian dosen dan mahasiswa di laboratorium, boleh dilaksanakan atas izin pimpinan fakultas dan memperhatikan protokol pencegahan penyebaran COVID-19.

“Proses praktikum laboratorium atau tempat praktik-praktik lainnya yang tidak langsung berhubungan dengan penanganan Covid-19 agar dibatasi dan digantikan dengan model daring atau ditunda hingga keadaan membaik. UTU juga mendorong penyelesaian tugas akhir (Skripsi) menggunakan metode yang dapat memanfaatkan data sekunder atau studi literatur. Hal ini dilakukan karena data primer akan sulit didapat dalam situasi seperti ini” tambahnya. []

(Editor | Redaksi)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

News Feed