oleh

Warga Aceh Tamiang Diminta Harus Tetap Waspadai COVID-19

Aceh Tamiang-Coronavirus Disease 2019 (COVID-19), memiliki tingkat mutasi yang tinggi dan merupakan patogen zoonotik dapat menetap pada manusia dan binatang dengan presentasi klinis yang sangat beragam, mulai dari asimtomatik, gejala ringan sampai berat, bahkan sampai kematian.

COVID-19 merupakan penyakit infeksi saluran pernapasan yang disebabkan oleh severe acute respiratory syndrome virus corona 2 (SARS-2)  atau yang sering disebut virus Corona.

Penyebaran COVID-19 di Aceh Tamiang tergolong sangat cepat, awal Maret 2019 sejumlah warga dibeberapa kecamatan terpapar Positif Covid-19 dari luar daerah.

Rentang waktu tujuh bulan berjalan, Aceh Tamiang yang memiliki wilayah 12 kecamatan nyaris warganya ada terpapar positif COVID-19.

Data yang dihimpun Satgas Pencegahan Penanganan COVID-19 Kabupaten Aceh Tamiang menyebutkan dari 12 kecamatan yang ada dalam wilayah Aceh Tamiang saat ini warganya sudah ada yang Terkonfirmasi Positif COVID-19.

Menurut data diperoleh ada tiga kecamatan terbanyak terpapar positif COVID-19. Selain dalam Kecamatan, ada juga dua kasus dari klaster luar daerah.

Ketua Bidang Data dan Informasi Satgas Penanganan Covid-19,  Agusliayana Devita, S.STP, M.Si, Sabtu (17/10/2020) mengatakan jumlah warga Terkonfirmasi positif COVID-19 hingga saat ini mencapai 197 orang.

“Sekitar 61.5 persen pasien positif sembuh dari 197 orang Terkonfirmasi Positif Covid-19, 121 orang dinyatakan sembuh,” ungkap Devi.

Kemudian Devi menyampaikan selain 121 orang dinyatakan sembuh, masih ada 66 warga hingga saat ini masih terkonfirmasi positif COVID-19 dan sepuluh orang dinyatakan meninggal.

Menurut Devi dengan bertambahnya kasus Terkonfirmasi Positif COVID-19, masyarakat harus terus waspada dan harus mengikuti Protokuler Kesehatan dan terus menjaga imun tubuh yang stabil.

Menurut dia, meski angka kesembuhan terus meningkat, tapi disiplin menjalankan Protokol Kesehatan jangan pula dikendorkan. Masyarakat secara individual maupun kelompok harus sama-sama berikhtiar dan saling melindungi.

Caranya hanya disiplin menjaga jarak, tidak mengumpulkan banyak orang, dan disiplin memakai masker.

“Orang yang abaikan Protokol Kesehatan, kita ibaratkan seperti saat kita berada dijalan raya harus mengikuti jalur. Kalau kita berlawanan arah di jalan raya, pasti semua penguna jalan akan terganggu. Dan akibatnya sangat berpotensi menanggung risiko yang sama,” ujarnya.

Menurut Devi yang juga Jubir Pemerintah Kabupaten Aceh Tamiang, bagi masyarakat yang abaikan dan menganggap sepele virus corona, bukan harus kita beri aplus atau tepuk tangan, tapi patut ditegur dan diingatkan bahwa tindakannya itu merupakan acaman bagi jiwa orang lain.

“Bagi mereka perlu kita sampaikan bahwa masker yang kita pakai akan melindungi dirinya dan orang disekelilingnya,” sebutnya.

Menurut Devi sebagai gambaran umum terhadap COVID-19 dapat dicurigai pada pasien yang memiliki gejala saluran pernapasan, seperti demam >38⁰C, batuk, pilek, sakit tenggorokan yang disertai dengan riwayat bepergian ke daerah dengan transmisi lokal atau riwayat kontak dengan kasus suspek atau kasus kofirmasi COVID-19.

Kemudian Devi mengajak seluruh lapisan masyarakat untuk dapat mematuhi Peraturan Bupati Aceh Tamiang nomor 30 Tahun 2020 tentang peningkatan penanganan COVID-19 di Kabupaten Aceh Tamiang.

“Pemerintah Kabupaten Aceh Tamiang terus menghimbau kepada masyarakat Kabupaten Aceh Tamiang untuk selalu menerapkan protokol kesehatan, seperti memakai masker, menjaga jarak, mencuci tangan dan meningkatkan imunitas tubuh, agar penyebaran COVID-19 ini cepat segera berakhir,” harapnya. []

(Editor     | Redaksi)

(Laporan | Erwan)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

News Feed