oleh

Warga di Aceh Barat Berkumpul di Bekas Lokasi Tsunami

banner 728x90

Laporan | Azhar Sigege

Meulaboh-Ratusan warga di Kabupaten Aceh Barat, menggelar perkemahan di bekas kampung mereka yang diterjang Tsunami di pesisir pantai.

Hal ini dilakukan warga untuk berdoa kepada para syuhada yang meninggal saat peristiwa 26 Desember 2004 silam itu.

Perkumpulan warga dalam perkemahan tersebut dilakukan selama satu hari satu malam, yakni 26 Desember 2019.

Meski saat ini mereka telah berpencar ke berbagai desa lainnya, namun ketika tanggal 26 Desember mereka tetap berkumpul di lokasi tersebut

“Setiap 26 Desember semua warga Pante Mutia ini berkumpul di sini, meskipun saat ini ada diantara mereka yang tak tercatat lagi sebagai penduduk desa tersebut, namun mereka pasti pulang,” kata Kalmizar, Kepala Desa Pante Mutia, Kecamatan Arongan Lambalek.

Lokasi kampung Pante Mutia yang berada di pesisir pantai, kini tidak lagi menjadi area perkampungan, namun sudah menjadi lahan pertanian dan peternakan warga, mereka telah direlokasi ke tempat yang diperkirakan aman setelah gempa dan tsunami Aceh dulu.

Meski demikian, warga tetap mengingat area kampungnya, setiap hari masyarakat melakukan aktivitas di kawasan tersebut, ketika tsunami melanda Aceh dulu, tercatat 142 Warga Pante Mutia meninggal dunia dalam musibah kala itu. []

(Editor | Redaksi)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

News Feed