oleh

Warga Juga di Sarankan Pakai Kacamata Saat di Luar Rumah

Banda Aceh-Penyebaran Coronavirus Disease 2019 (COVID-19) ikut mengepung penjuru tanah air dan Aceh, khsusnya semakin dramatis. Masyarakat diminta untuk terus mengikuti anjuran Protokol Kesehatan yang di keluarkan oleh Pemerintah.

Tak ayal, mencuci tangan pakai sabun dan menggunakan masker, agaknya belum cukup. Kepada masyarakat juga di sarankan untuk mengenakan kacamata saat berada di luar rumah. Mitos atau fakta?

Adalah Ikatan Dokter Indonesia (IDI) Cabang Kota Banda Aceh. organisasi profesi bagi dokter di seluruh wilayah Indonesia ini menyarankan masyarakat untuk dapat mengenakan kacamatan saat berada di luar rumah.

Sekilas, para ilmuwan terus menyelidiki virus corona, baik soal virus itu ataupun bagaimana cara penularannya. Studi menunjukkan COVID-19 menyebar lewat doplet dan mucus yang keluar dari saluran pernapasan lewat batuk atau bersin, ilmuwan masih belum yakin apakah cairan tubuh yang lain dapat menyebarkannya.

Nah, periset dari National University Hospital di Singapura telah meriset apakah corona dapat menular lewat air mata dan terindikasi bahwa risikonya rendah.

Ikatan Dokter Indonesia (IDI) Cabang Kota Banda Aceh mengajak masyarakat mengikuti anjuran pemerintah mencegah COVID-19.  “Masyarakat yang mencari nafkah di luar diharapkan mengenakan masker, mencuci tangan dengan sabun, dan menggunakan kacamata. Mohon jangan banyak berkeliaran, tapi rumah saja,” ujar Ketua Satgas IDI Kota Banda Aceh T. Nanta Aulia, didampingi sejumlah pengurus IDI Banda Aceh usai menerima paket pangan, vitamin dan suplemen, dan alat pelindung diri, untuk petugas medis dari Aksi Cepat Tanggap (ACT) Aceh di Sekretariat IDI Kota Banda Aceh.

Ia menjelaskan bahwa area wajah sangat perlu dijaga agar terhindar dari COVID-19. Dirinya turut mengajak masyarakat Aceh selaku umat Islam berdoa agar pandemi COVID-19 segera berakhir.

Kepala Cabang ACT Aceh Husaini Ismail menuturkan, bantuan tersebut merupakan amanah masyarakat Aceh di Jerman. “Ini merupakan wujud dukungan kita kepada para dokter di rumah sakit rujukan maupun di Puskesmas di Banda Aceh,” paparnya.

Kesadaran masyarakat mencegah covid-19 sangat diperlukan. Apalagi jumlah dokter di Aceh terbatas, terutama spesialis. “Ayo, tinggal di rumah saja. Biarkan dokter bekerja, atau biarkan kami bekerja mendukung para dokter,” ungkapnya.

Ia mengatakan bahwa selain mendukung para medis, ACT bersama Masyarakat Relawan Indonesia (MRI) se-Aceh masih terus mengimplementasikan program-program kemanusiaan untuk masyarakat.

Misalnya dengan melaksanakan program operasi makan gratis, operasi pangan gratis, pembagian masker kepada masyarakat yang dijahit penjahit lokal.

Melalui operasi makan gratis, harapannya, masyarakat pekerja harian bisa mendapatkan makanan gratis dari warung yang sudah bekerja sama dengan ACT.

Apalagi sejumlah warung mengalami penurunan pendapatan. Sehingga, selain membantu pekerja harian, bisnis pemilik warung ikut terbantu. Begitu juga dengan penjahit masker yang terberdayakan karena adanya orderan di tengah kondisi sulit ini. []

(Editor | Redaksi)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

News Feed