oleh

WCD 2020, DLH Aceh Tamiang Bersih-Bersih Di TPA

Aceh Tamiang-Dinas Lingkungan Hidup Kabupaten Aceh Tamiang, melakukan pembersihan di Tempat Pembuangan Akhir (TPA), tepatnya di Kampung Durian Kecamatan Rantau, Sabtu (19/09/2020) pagi tadi.

Bersih-bersih ini dilakukan Dinas Lingkungan Hidup Kabupaten Aceh Tamiang ini dalam rangka kegiatan Bersih-bersih sampah se-dunia tahun 2020 atau World Clean-up Day (WCD). Kegiatan tersebut diikuti oleh seluruh petugas DLH, serta anggota bank sampah dengan memungut dan memilah sampah di sepanjang jalan menuju lokasi TPA. Serta penanaman pohon disekitar areal TPA.

“Kegiatan WDC yang kita gelar ini selain memungut sampah serta penanaman pohon, kita juga lakukan pengambilan dan pengujian sampel Air Limbah Kolam Lindi TPA, serta Lounching pembuatan Paving blok dari limbah plastik,” ujar Kepala Dinas Lingkungan Hidup Aceh Tamiang Sayed Mahdi, disela-sela kegiatan itu.

Menurutnya, berdasar surat dari Dirjen Pengelolaan Sampah, Limbah dan B3, Kementerian LHK nomor S.333/PSLB3/PS/PLB-O/8/2020 tanggal 26 Agustus 2020, kegiatan WCD tahun 2020 ini dilaksanakan pada tanggal 19 September 2020.

“Aksi ini merupakan sosialisasi gerakan pungut dan pilah sampah. Aksi Cleanup dan Pilah Sampah Dari Rumah. Kegiatan ini mengusung tema ‘Bersatu Untuk Indonesia Bersih’ yang relevan dengan kondisi pandemi COVID-19 yang sedang melànda,” tuturnya.

Melalui kegiatan tersebut Sayed Madhi mengajak para pedagang dan masyarakat untuk menjaga lingkungan dengan membuang sampah secara benar. “Kegiatan hari ini merupakan media agar masyarakat bisa tahu, bisa paham dengan agenda tersebut dan diharapkan masyarakat berpartisipasi aktif dalam memungut dan memilah sampah sesuai dengan kelompoknya,” katanya.

Ia menyebutkan sampah dapat dipilah menjadi tiga, yaitu sampah organik yang mudah busuk, kemudian sampah anorgnik yang tidak mudah busuk tetapi masih bisa dijual atau bisa diolah menjadi kreasi lain, dan sampah residu yang menjadi tanggung jawab DLH untuk mengangkut dan mengolah sampah residu di tempat pembuangan akhir.

“Kita akan melakukan sosialisasi WCD di pasar tradisional, karena pasar merupakan titik berkumpulnya orang banyak. Orang bijak buang sampah sesuai tempatnya”, dan “Cintai bumi kurangi sampah plastik,” himbau Sayed Mahdi.

Ia melanjutkan, World Cleanup Day menjadi momentum sinergi komunitas dengan instansi Pemerintah Daerah, pemangku kebijakan, komunitas peduli lingkungan dan lapisan masyarakat. Seluruh pihak menjadi satu kesatuan untuk meningkatkan kesadaran dalam mengelola sampah dengan lebih bijaksana.

“World Cleanup Day juga merupakan aksi yang sejalan dengan kampanye dari pemerintah Indonesia yaitu Gerakan Indonesia Bersih,” sambungnya.

Hadirnya WCD, tambah dia, diharapkan menjadikan aksi penguat yang dapat terus membantu pemerintah untuk bersama-sama mewujudkan Indonesia bersih. Dalam hal ini, WCD telah mendapatkan dukungan penuh dari Kementerian Koordinator Bidang Kemaritiman, Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan, Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat dan juga Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak. []

(Editor | Redaksi)

(Laporan | Erwan)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

News Feed